Maklumat Jawa Pos

Cerpen Bidadari Bunga Supatu Hasil Plagiarisme

Cerpen Bidadari Bunga Supatu Hasil Plagiarisme
Foto/Net

KATTA - Redaksi Jawa Pos merasa perlu memberikan penjelasan terkait penerbitan dan pencabutan cerita pendek (cerpen) berjudul Bidadari Bunga Supatu yang terbit di kolom Cerpen Jawa Pos.

Dalam maklumatnya Redaksi Jawa Pos menyesalkan sekaligus menyebut cerpen tersebut karena hasil plagiarisme.

Maklumat dibuat redaksi Jawa Pos seperti dilihat KATTA.ID di Jawapos.Com, Selasa (68/6/2021), sekaligus merespon pengakuan AS Laksana yang secara terbuka menyampaikan melalui akun Facebook pribadinya bahwa cepren tersebut karyanya, melainkan karya milik Afrilia yang merupakan salah satu anggota kelas menulis kreatif cerpen AS Laksana.

Berikut isi maklumat lengkap Jawa Pos:

Berkaitan dengan penerbitan cerita pendek (cerpen) berjudul Bidadari Bunga Sepatu di Jawa Pos Minggu (6/6) dan unggahan A.S. Laksana di media sosial, redaksi Jawa Pos perlu memberikan penjelasan dan pernyataan terbuka sebagai berikut.

1. Cerpen tersebut dikirimkan ke redaksi Jawa Pos dan dinyatakan secara tertulis sebagai karya A.S. Laksana.

2. Tidak ada penjelasan, baik dalam komunikasi dengan redaktur maupun di catatan kaki, yang menyebutkan bahwa cerpen itu merupakan karya kolaborasi A.S. Laksana bersama Afrilia.

3. Redaksi Jawa Pos memilih cerpen berjudul Bidadari Bunga Sepatu untuk diterbitkan dengan hanya mempertimbangkan kualitas karya.

4. Pernyataan A.S. Laksana bahwa redaksi Jawa Pos mempertimbangkan nama penulis dalam pemuatan karya merupakan opini pribadi dan tidak mencerminkan fakta serta kebijakan redaksi Jawa Pos.

5. Unggahan A.S. Laksana di media sosial yang menyatakan ”mengembalikan cerpen Bidadari Bunga Sepatu kepada penulis aslinya, Afrilia” menjadi dasar bagi redaksi Jawa Pos untuk menyatakan bahwa tulisan tersebut merupakan hasil plagiarisme, yakni pengambilan sebagian atau keseluruhan karangan (karya) orang lain dan menjadikan (menyatakan) sebagai karangan (karya) sendiri.

6. Berkaitan dengan pelanggaran norma tersebut, redaksi Jawa Pos sangat menyesalkan dan menyatakan mencabut cerpen Bidadari Bunga Sepatu tersebut.

7. Redaksi Jawa Pos berkomitmen mendorong munculnya penulis-penulis muda untuk berkompetisi secara terbuka dengan mengutamakan integritas dan kualitas karya.

Redaksi

Top