5 Bulan Penjara Habib Bahar Sesuai Fakta Persidangan

5 Bulan Penjara Habib Bahar Sesuai Fakta Persidangan
Bahar Smith/Net

KATTA - Jaksa penuntut umum memastikan tuntutan terhadap Bahar Bin Smith sudah sesuai pertimbangan fakta-fakta persidangan.

Jaksa menuntut Habib Bahar, demikian ia disapa, atas tuduhan menganiaya sopir taksi online di Perumahan Bukit Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada September 2018.

"Jadi, tuntutan 5 bulan bukan karena keraguan, melainkan karena objektivitas tim jaksa," kata Sukanda, Jaksa Kejati Jabar, saat agenda sidang replik di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/6/2021).

Bahar dituntut lima bulan penjara sesuai dengan dakwaan Pasal 351 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Meski demikian jaksa membebaskan eks pentolan FPI itu dari beberapa dakwaan setelah dinyatakan tidak terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP.

Hal-hal yang meringankan hukuman yakni terdakwa Bahar berterus terang mengakui perbuatannya. Terdakwa juga menyesali perbuatannya dan berjanji tak akan mengulangi lagi. Bahar dan korbannya yang berinisial A juga telah berdamai. A sepakat memaafkan Bahar.

Adapun hal-hal yang memberatkan yaitu Bahar dinilai tidak memberikan contoh yang baik selaku ulama atau pendakwah. Dalam aksinya, Bahar juga melakukan pemukulan secara berulang-ulang. Terhadap tuntutan itu, majelis hakim memberi waktu selama sepekan kepada Bahar untuk menyusun nota pembelaan.

Pada persidangan sebelumnya, Bahar Smith melalui kuasa hukumnya meminta agar dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa karena telah menempuh perdamaian dengan korban.

Namun, jaksa menilai permintaan untuk dibebaskan itu tidak bisa dilakukan. Jaksa menyatakan tetap pada tuntutannya, yakni meminta hakim menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara.

"Kami berpendapat berdasarkan fakta persidangan tidak ada alat bukti yang menjadikan terdakwa harus dibebaskan. Berdasarkan itu kami penuntut umum tetap pada tuntutan kami," demikian kata Jaksa Sukanda.[]

Top