Wapres: Pandemi Covid-19 Merupakan Takdir

Wapres: Pandemi Covid-19 Merupakan Takdir
Ma'ruf Amin/Net

KATTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan musibah pandemi Covid-19 merupakan takdir, yakni tidak akan menimpa umat manusia kecuali memang telah ditentukan oleh Allah. Untuk itu, kata dia, perlunya keimanan kepada Allah SWT.

"Iman kepada Allah, bahwa musibah tidak menimpa kita kecuali apa yang telah ditentukan oleh Allah, illa ma qadarallah, kecuali yang sudah ditentukan oleh Allah ini kita imani. Ini takdir," kata Ma’ruf Amin pada acara Pesantren Ramadan Dokter Indonesia (Paramadia) secara daring, Sabtu (17/4/2021).

Dikatakannya, masyarakat dan Pemerintah perlu terus berikhtiar, baik secara lahiriah maupun batiniah, untuk dapat menghadapi ketidakpastian di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Kita harus melakukan ikhtiar lahiriah maupun juga ikhtiar batiniah, serta bertawakal kepada Allah SWT. Kunci dalam menghadapi kondisi pandemi ini adalah iman, imun, aman dan amin,"

Imun yang kuat, ditegaskan Wapres, diperlukan untuk dapat menjaga tubuh dari paparan infeksi Covid-19. Untuk dapat memiliki imun kuat, maka masyarakat perlu mengonsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan secara ketat juga harus dilakukan masyarakat agar mendapatkan rasa aman, yakni dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Dan juga amin, yaitu dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT," imbuhnya.

Dalam acara Paramadia tersebut, Wapres Ma’ruf juga berpesan kepada seluruh dokter di Indonesia untuk melakukan perbaikan dan pengembangan diri sehingga dapat memaknai profesinya tidak hanya dari sisi medis melainkan juga dari sisi religius.

"Dokter tidak hanya berperan dalam proses sembuhnya penyakit tetapi seorang dokter juga harus belajar memahami bahwa hakikat sembuh adalah kekuasaan Sang Pencipta, Allah SWT," ujarnya.

Turut hadir pula secara daring dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M. Faqih serta perwakilan pimpinan IDI wilayah dan cabang.[]

Top