Terkait Laporan Ketua KPAID Cirebon, Klien Razman Menolak Menjadi Saksi

Terkait Laporan Ketua KPAID Cirebon, Klien Razman Menolak Menjadi Saksi
Kuasa hukum IE, Razman Arif Nasution/Foto: KATTA

KATTA - IE menolak dijadikan sebagai saksi terkait pelaporan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah di Polresta Cirebon, Jawa Barat.

Penolakan IE sebagai saksi dalam pelaporan tersebut disampaikan kuasa hukum IE, Razman Arif Nasution, dalam keterangannya, Kamis (08/04/2021).

Razman menjelaskan penolakan kehadiran IE sebagai saksi di Polresta Cirebon didasari KUHAP mengenai saksi Pasal 1 ayat 26 yang tertulis saksi adalah orang yang menyaksikan yang melihat sendiri dan atau mengalami sendiri, serta putusan Mahkamah Agung nomor 65 thn 2010 tentang defenisi saksi khususnya saksi yang tidak mengalami sendiri, tidak melihat sendiri dan tidak mengetahui sendiri.

"Nah berdasarkan dicantuman di atas klien saya IE tidak memenuhi syarat sebagai saksi, karena itu klien kmi menolak dijadikan saksi atas laporan Fifi terhadap klien kami IL," tuturnya.

Razman menambahkan IE dapat menolak pemanggilan saksi, karena IE tidak melihat atau menyaksikan sendiri kejadian tersebut. Seharusnya, keterangan saksi dapat menerangkan peristiwa hukum.

"Bagaimana IE dapat memberikan kesaksian peristiwa hukum, IE saja tidak mengalami dan tdk mengetahui dn tdk melihat kejadian tersebut, ini seperti ada yang dipaksakan Kanit PPA maupun Kasatreskrim Polresta Cirebon," ujarnya.

Selain itu, Razman mempertanyakan saksi yang dipanggilan itu IE bin Rakim.

"Kami mempertanyakan juga itu IE bin Rakim atau IE bin Huang Shiulan, kalau IE bin Rakim berarti salah alamat, karena klien kami bin nya bukan Rakim, kami juga akan membuat laporan ke Irwasum, Karo Wassidik, Propam dan Paminal Mabes Polri jika ini di Paksakan," pungkasnya.[rls]

Top