Perolehan Dukungan Parpol Versi LSI

Perolehan Dukungan Parpol Versi LSI
Ilustrasi/Net

KATTA - Laboratorioum Suara Indonesia (LSI) merilis temuan survei nasional tentang elektabilitas partai politik. Hasilnya, PDI Perjuangan menempati posisi pertama partai politik yang dipilih oleh masyarakat.

"Jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang, partai atau calon dari partai mana yang akan dipilih di antara 9 partai yang memiliki kursi di DPR? Pilihan partai secara spontan, PDIP paling banyak disebut yakni 16,7 persen," kata Direktur Eksekutive
LSI, Zoelkipli Sitorus kepada redaksi, Rabu (7/4/2021).

Survei dilakukan pada 25 Maret-5 April 2021 dengan melibatkan 1.898 responden yang berasal dari 34 provinsi dan margin of error sekitar 2,25 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden dihubungi melalui saluran telepon gengam mengunakan layanan video call whatsapp dan quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali menghubungi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Hasil survei juga memotret di posisi kedua ditempati Partai Golkar yang dipilih dengan persentase 16,4%. Kemudian di posisi ketiga ditempati PKB yang dipilih dengan persentase 6,7% dan PKS dengan persentase 5,2% di urutan keempat.

"Lalu Partai Demokrat (3,1%), PPP (3,1 %), PAN (2,8 %), Nasdem (1,3 %).  Yang menjawab partai lainnya 2,3% dan belum menjawab 25,1%," kata Zoelkipli.

Hasil tak jauh berbeda nampak pada simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 9 partai dan responden boleh menyebutkan nama parpol lain. Hasilnya, elektabilitas tertinggi ditempati PDIP dan di posisi bunci dikunci PAN.

"PDIP paling banyak disebut (20,2%), Golkar (19,9%), Gerindra (11,3%), PKB (7,4%), Nasdem (6,7%), PKS (5,6 %), Demokrat (3,6%), PPP (3,2 %), PAN (2,9 %). Menjawab partai lainnya (4,7%) dan belum menjawab (14,5%)," tutur Zoelkipli.

Zoelkipli mengatakan hasil survei menunjukkan elektabilitas sejumlah partai tampak belum begitu berubah di banding Pemilu 2019. Yang menarik adalah temuan terkait penurunan secara draktis tingkat elektabilitas Partai Demokrat hingga 3,6%  yang menurutnya dikarenakan badai konflik internal di Partai Demokrat yang berujung pada KLB yang memilih Muldoko sebagai ketua umum.

Sementara itu, elektabilitas Partai Gerindra dibandingkan survei bulan Januari 2021 sebesar 6,6% menjadi 11,3% karena Gerindra berhasil melakukan reposisi isu yang membuat masyarakat tertarik untuk kembali memilih Gerindra.

"Peta kekuatan partai politik diperkirakan masih akan terus berubah. Perubahan sikap dan kecenderungan perilaku pemilih masih sangat mungkin terjadi, mengingat pemilu mendatang masih cukup lama dan sejalan dengan keberhasilan pemerintah menangani dampak Covid 19," demikian kata Zoelkipli.[]

Top