Negara Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Yayasan yang Dikuasai Keluarga Cendana

Negara Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Yayasan yang Dikuasai Keluarga Cendana
Ilustrasi/Net

KATTA - Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi alasan Setneg mengambil alih pengelolaan.

"Temuan dari BPK di bulan Januari 2021 untuk laporan hasil pemeriksaan 2020, rekomendasinya harus ada pengelolaan yang lebih dari dari Kemensetneg untuk aset yang dikuasai negara tersebut," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, Rabu (7/4/2021).

Rekomendasi BPK yang dimaksud adalah agar kualitas pengelolaan aset negara menjadi lebih baik. Meski begitu kata Setya, sebelum temuan BPK, Setneg juga telah sejak lama memberikan pengarahan kepada pengelola TMII agar meningkatkan kualitas layanan. Kemudian, audit dilakukan terhadap pengelolaan TMII.

"Kemudian ada tim legal audit yg dari Fakultas Hukum UGM yang masuk ke sana, kemudian BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) masuk untuk audit finansial, dan terakhir ada temuan dari BPK," tutur dia.

Dengan berbagai temuan dan rekomendasi itu, Kemensetneg mengajukan untuk mengambil alih kembali pengelolaan TMII. Setelah pengajuan dari Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19/2021 tentang Pengelolaan TMII.

Perpres menegaskan penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Setneg serta berakhirnya pengelolaan oleh Yayasan Harapan Kita.

TMII merupakan aset milik negara di bawah Setneg. Namun pada 1977, terbit Keputusan Presiden Nomor 51/1977 yang memberikan pengelolaan TMI kepada Yayasan Harapan Kita.

Berdasarkan data yang dikutip dari tamanmini.com, Rabu (7/4/2021), gagasan TMII dicetuskan oleh istri Soeharto, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Tien Soeharto. Gagasan tercetus pada suatu pertemuan di rumahnya di Jalan Cendana No 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970.

Ide membangun TMII muncul sepulangnya Ibu Tien dari Disneyland Amerika Serikat dan Timland, Thailand.

TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Taman itu dibangun di atas lahan seluas 150 hektare di timur Jakarta. Untuk pengelolaanya diserahkan ke Yayasan Harapan Kita. Saat ini anak-anak Soeharto duduk di kepengurusan Yayasan Harapan Kita.

Pembina
Soehardjo
Bambang Trihatmodjo (Anak ketiga Soeharto-red)
Dr. Rusmono

Ketua Umum
Hj. Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Anak pertama Soeharto-red)

Ketua
Sigit Harjojudanto (Anak kedua Soeharto-red)Sekertaris
Tubagus Sulaeman

Wakil Bendahara
Sri MoempoeniKetua Pengawas
Indra Rukmana (Suami Siti Hardiyanti/mantu Soeharto-red))
Issantoso

Dewan Komisaris TMII

Ketua
Prof. Dr. Bambang Wirabarta
Anggota
Drs. Rizal Basri
Bambang Parikesit, SH.MM

Dr. Prasetyono, MA

Maliki Mift, SIP.MH

Sekretaris
Ir. Suherman

Manajemen TMII

Direktur Utama
Drs. Tanribali Lamo, SH.
Direktur Umum
Drs. Taufik Sukasah, M.SI.
Direktur Operasional & Pengembangan
Drs. Maulana Cholid
Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Budaya
Putu Supadma Rudana, MBA.

Top