Kata Sahroni

Polri Perlu Turunkan Personil Tangani Banjir dan Longsor NTT

Polri Perlu Turunkan Personil Tangani Banjir dan Longsor NTT
Foto/Net

KATTA - Kepolisian diminta untuk menurunkan personil guna membantu proses evakuasi para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peran aparat Kepolisian sangat diperlukan dalam membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT.

"Saya meminta Kepolisian agar segera menurunkan para personilnya sebanyak mungkin demi membantu proses evakuasi bersama BNPB. Ini penting, karena soal bencana, kita berkejaran dengan waktu," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (5/4/2021).

Dia mengatakan saat ini dibutuhkan bantuan dan penanganan yang cepat dari pemerintah pusat karena skala bencana yang besar dan diprediksi terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Gubernur dan Bupati sudah bekerja maksimal namun memang bencana yang terjadi besar, hingga dibutuhkan bantuan tambahan dari pusat," tutur Sahroni yang mengaku sudah mengecek ke lokasi bencana.

Sahroni menyerukan kepada semua pihak agar berfokus pada upaya penanggulangan dan pemulihan dari bencana banjir bandang dan longsor di NTT.

"Bencana yang terjadi di NTT merupakan bencana besar yang membutuhkan fokus semua pihak," tukas politisi Partai Nasdem ini.

Banjir bandang dan tanah longsor melanda 10 kabupaten dan 1 kota di NTT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pukul 14.00 WIB siang tadi melansir korban meninggal dunia akibat akibat bencana ini sebanyak 68 orang.

Dari 68 orang meninggal dunia tersebut, 44 di antaranya merupakan warga Flores Timur, 11 orang di Lembata, 2 orang Ende, dan 11 orang Alor.

Selain itu, BNPB juga mencatat sebanyak 70 orang hilang dengan rincian 26 orang di Flores Timur, 16 orang Lembata, dan 28 orang dari Alor.

Selain korban korban meninggal, banjir bandang dan longsor itu mengakibatkan 15 orang luka-luka dan sebanyak 2.655 jiwa mengungsi. Selain itu, BNPB juga mencatat sebanyak 25 rumah rusak berat, 17 rumah hanyut, 114 rusak sedang, 60 rumah terendam, dan 743 rumah terdampak, 5 jembatan putus, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 1 fasilitas umum rusak, dan 1 kapal tenggelam.[]

Top