AHY Bantah Isu Pertentangan Ideologi

AHY Bantah Isu Pertentangan Ideologi
Agus Harimurty Yudhoyono/Net

KATTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhonono (AHY) membantah adanya isu pertentangan ideologi di partai yang dipimpinnya.

"Kami tegaskan ideologi partai Demokrat adalah Pancasila. Demokrat juga menjunjung tinggi kebhinekaan atau pluralisme, ini sudah final, harga mati dan tidak bisa ditawar lagi," tegas AHY di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Hal itu ditegaskan AHY sekaligus menjawab tuduhan Moeldoko yang juga ketua Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Sebelumnya Moeldoko menyampaikan keputusannya menerima pinangan jadi ketua umum Partai Demokrat melalui pertemuan di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, 5 Maret, merupakan upaya menyelamatkan partai dan bangsa.

"Ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali. Ini menjadi ancaman cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. Ada kecenderungan tarikan ideologis juga terlihat di tubuh Demokrat. Jadi, ini bukan sekadar menyelamatkan bangsa dan negara," kata Moeldoko sebagaimana dikutip dari rekaman video yang ia bagikan lewat akun Instagram pribadinya @dr_moeldoko.

AHY meminta Moeldoko menjelaskan apa yang dimaksud tarikan ideologi yang ada di Partai Demokrat.

Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan partainya lantang menolak eksploitasi politik identitas, termasuk upaya-upaya membenturkan Pancasila dengan agama tertentu.

Ia menyebut Gubernur Aceh dan Papua yang merupakan kader utama Partai Demokrat menjadi contoh kongkrit bagaimana implementasi Pancasila dan kebhinekaan dalam organisasi Partai Demokrat.

"Pada saatnya kader-kader Partai Demokrat dari berbagai identitas akan menjelaskan bahwa isu pertentangan ideologi di Partai Demokrat adalah fitnah, hoaks dan tuduhan yang keji," kata AHY.

AHY meminta Moeldoko untuk mempertanggungjawabkan pernyataan tentang tarikan ideologi di Partai Demokrat, karena itu menyakiti perasaan para penggagas, para pendiri dan seluruh kader dan simpatisan Demokrat dimanapun berada.

Ia juga mempertanyakan ideologi yang dianut Moeldoko, apakah ideologi yang sifatnya memecah belah yang tidak bertanggungjawab.[]

Top