Survei CPCS:

Mayoritas Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf

Mayoritas Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf
Joko Widodo-Maruf Amin/Net

KATTA - Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi yang masih bergerak negatif, publik menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajaran pemerintahannya telah mengambil langkah tepat.

Hal itu sebagaimana tergambar dari hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) yang dirilis, Senin (22/3/2021).

"70,7 persen responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, tidak puas 25,4 persen dan
3,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab, yang mewakili masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan kritik terhadap penanganan pandemi di sektor kesehatan," kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta SK.

Survei dilakukan pada 5-15 Maret 2021 dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Setahun pandemi Covid-19, kata Tri Okta menjelaskan hasil survei, publik menilai pemerintahan periode kedua Jokowi yang berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin bekerja keras mengatasi krisis kesehatan dan dampak ekonomi yang ditimbulkan.
 
Bagi masyarakat, lanjut Okta, pandemi merupakan fenomena global yang tidak hanya dirasakan di Indonesia.

"Tiap-tiap negara harus mencari jalan keluar yang paling tepat, terkait dengan sumber daya yang tersedia dan risiko-risiko yang dapat ditimbulkan," ujarnya.
 
Pada awal pandemi, sebagian kalangan menyerukan pemerintah untuk mengambil langkah ekstrem berupa "lockdown" atau karantina wilayah.

Namun, kata dia, Presiden Jokowi memutuskan opsi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mengingat beratnya pukulan terhadap sektor-sektor ekonomi jika pemerintah memberlakukan lockdown.
 
Tanpa lockdown sekalipun, perekonomian terjun bebas hingga berujung pada resesi. Sementara itu kurva terus naik hingga menembus 1 juta kasus konfirmasi positif Covid-19.
 
Dia menambahkan, publik masih melihat bagaimana upaya vaksinasi yang tengah digencarkan pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus.
 
"Begitu pula dengan langkah-langkah pemulihan ekonomi agar pertumbuhan bisa kembali ke era sebelum pandemi," demikian kata Tri Okta SK.[]

Top