Cerita Kang Maman, Hampir Adu Jotos dengan Anton Medan

Cerita Kang Maman, Hampir Adu Jotos dengan Anton Medan
Anton Medan-Maman Imanulhaq/Net

KATTA - Anggota DPR yang juga Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq menyampaikan duka atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Darul Taubah, Ustaz Anton Medan.

Kang Maman menceritakan kisah antara dirinya dengan dai keturunan Tionghoa pemilik nama asli Tan Hok Liang yang meninggal dunia di usia 64 tahun itu.

Kang Maman mengungkapkan ia sempat terlibat seteru adu mulut bahkan hampir adu fisik kala keduanya menghadiri pengajian di Cirebon.

"Ustaz Anton menyerukan agar saya tidak berbicara dalam forum itu. Saat itu saya sempat emosi kemudian mengepalkan tangan kanan ke atas dan meneriakkan "hidup NU (Nahdlatul Ulama)" tapi ditepis almarhum. Listrik pun padam karena kabelnya ada yang memutus," kenang Kang Maman, Selasa (16/3).

Namun demikian Kang Maman memaafkan atas apa-apa yang pernah terjadi. Ia mengakui bahwa Anton Medan adalah tokoh penuh integritas, semangatnya untuk menyiarkan nilai-nilai Islam terlihat ia tularkan di berbagai kesempatan termasuk di pesantrennya Darul Taubah.

Kang Maman punya catatan atas fenomena para mualaf atau orang yang baru masuk Islam yang menjadi penceramah.  Menurutnya, mereka sering mengabaikan nilai yang terkandung dalam Islam.

Kata Kang Maman, dalam Islam tidak hanya menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah atau hubungan sesama Islam tetapi juga ukhuwah watoniyah hubungan sebangsa, dan ukhuwah basariyah hubungan sesama manusia.

Pada konteks lain, Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini menginatkan tentang pentingnya menghargai hak-hak konstitusi warga negara. Islam adalah agama yang menekankan pentingnya menghargai nilai-nilai kemanusia dan kesepakatan berbangsa bernegara.

"Saya mendoakan semoga Ustaz Anton Medan mendapatkan rahmat, magfiroh, dan juga husnul khatimah," demikian kata Kang Maman.

Anton Medan meninggal dunia di usia 64 Tahun, Senin (15/3). Pria yang memiliki nama asli Tan Hok Liang tersebut meninggal setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Kabar kematian Anton Medan dibenarkan Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI) Ipong Hembing Putra. Menurut Ipong Anton Medan meninggal dunia karena stroke dan diabetes.

Anton Medan dulu dikenal sebagai seorang preman, bahkan sering kali keluar masuk penjara. Pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 10 Oktober 1957 ini memulai catatan kriminalnya saat masih belia di Medan.

Anton mengaku sepanjang hidupnya sudah 14 kali keluar masuk penjara. Hingga akhirnya, ia memutuskan insaf dan memeluk agama Islam sejak tahun 1992 dan mengganti namanya menjadi Anton Muhammad Ramdhan Effendi.

Setelahnya Anton berkecimpung dalam komunitas Islam bersama PITI. Ia mendirikan Pondok Pesantren Darul Taubah dan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang.[]

Top