Salamuddin ke Jokowi:

Mendadak Jualan Iklim untuk Datangkan Uang, Apa Enak?

Mendadak Jualan Iklim untuk Datangkan Uang, Apa Enak?
Salamuddin Daeng/Net

KATTA - Perubahan iklim ditengarai menjadi isu yang kini digadang pemerintahan Joko Widodo untuk mendatangkan uang atau investasi ke Indonesia.

 

Pembahasan kerja sama dalam mengatasi tantangan perubahan iklim telah dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama utusan khusus Presiden AS Joe Biden untuk iklim, Jhon Kerry, Jumat kemarin.

 

"Kalau memang Sinuhun mau uang, mau investasi masuk, ya jalannya cuma itu," kata pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng, Sabtu (27/2/2021).

Meski begitu, Salamuddin memberikan beberapa catatan sehingga isu perubahan iklim bisa mendorong investasi masuk Indonesia.

"Pertama, Sinuhun harus mengubah seluruh formasi timnya. Jika masih ada para bandar batubara, bandar sawit, bandar minyak dalam timnya, maka mereka harus diasingkan sementara. Tidak boleh dekat-dekat dengan ruangan pertemuan Sinuhun," sebut Salamuddin.

Kedua, perlu mengevaluasi tim ekonomi dan energi.

"Sinuhun perlu memperhatikan lagi apa prestasi anggota kabinet sejak Jokowi berjanji akan menurunkan emisi dan meningkatkan bauran energi, terhitung sejak penandatangan COP 21 dan diratifikasinya perjanjian internasional atau kesepakatan ini menjadi undang-undang. Camkan bahwa perjanjian perubahan iklim adalah kewajiban Sinuwun menurut UU RI. Wajib artinya kalau tidak dilaksanakan Sinuwun melanggar UU," katanya mengingatkan.

Kemudian, menurut Salamuddin, perlu juga mengevaluasi seluruh BUMN yang menjadi tulang punggung dalam menjalankan isu perubahan iklim.

"Coba lihat bagaimana kelakuan BUMN energi yang sejak Sinuhun berkuasa, apakah sesuai dengan protokol iklim atau malah melakukan langkah yang tidak selaras dengan pencapaian komitmen perubahan iklim. Coba dilihat data-data penggunaan batubara, naikkan? Bahkan 2023 katanya batubara akan memenuhi 70% energi pbangkit listrik. Coba perhatikan apakah program sawitisasi Pertamina, dan batubaraisasi Pertamina itu benar menurut janji menurunkan emisi?" tutur  

Jika ketiga hal ini tidak ditempuh, Salamuddin tak yakin jualan pemerintah terkait isu mengatasi tantangan perubahan iklim bisa berjalan sesuai dengan hasil yang ditargetkan.

"Tapi kalau memang para bandar energi kotor masih sanggup menjadi penopang keuangan dan APBN Sinuhun, ya silahkan dilanjutkan timnya," demikian kata Salamuddin Daeng.[]

Top