Disesalkan, Rektor UIN Jakarta Malah Bikin Masalah Baru

Disesalkan, Rektor UIN Jakarta Malah Bikin Masalah Baru
Prof Amany Lubis/Net

KATTA - Langkah Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Amany Lubis mencopot dua wakil rektor (Warek) memicu badai kritik. Dosen dan karyawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyesalkan pencopotan tersebut lantaran tidak sesuai peraturan dan mekanisme yang berlaku.

"Sangat menyesalkan langkah dan tindakan rektor yang telah mencopot Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerjasama dengan alasan yang tidak masuk akal. Langkah ini berpotensi kuat melanggar peraturan dan ketentuan," demikian salah satu bunyi pernyataan sikap dosen dan karyawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga (FKW) Muhammadiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta seperti dilihat KATTA, Sabtu (20/2/2021).

Pernyataan FKW Muhammadiyah UIN Jakarta itu diteken delapan orang mewakili pengurus dan anggota. Yakni Wakil Koordinator Maulana Ihsan, M.Ag dan Dr. M. Farid Hamzes, M.Si, Sekretaris Dr. ZubairAhmad, M.Ag, serta anggota Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag, Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif, MSi, Dr. Burhanuddin Yusuf, MM, Dr. ZakiyahDarojat, MA dan YukeRahmawati, MA.

Menurut mereka pencopotan dua warek yang dilakukan oleh Amany Lubis tidak produktif bagi upaya membangun, memperkokoh dan menegakkan Good University Government di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mereka mengingatkan masalah utama adalah kasus dugaan penyalahgunaan pembangunan asrama mahasiswa, dimana dua warek yang dicopot tidak terlibat dan ingin kasusnya diusut tuntas.

"Seharusnya kasus tersebut segera diselesaikan sejak awal mencuat beberapa bulan lalu. Penundaan dan keengggenan rektor untuk menyelesaikan kasus melalui mekanisme pembentukan Mahkamah Etik  justru menimbulkan masalah-masalah baru,"  poin lain pernyataan sikap FKW Muhammadiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tertanggal 19 Februari 2021 itu.

Terhadap langkah dan cara-cara yang ditempuh Rektor Prof Amany Lubis dalam mensikapi kasus dugaan penyalahgunaan pembangunan asrama mahasiswa yang tidak produktif dan malah menimbulkan masalah baru, forum menghawatirkan masa depan UIN Jakarta.

Pengelolaan dengan cara-cara tidak professional dan tidak sesuai ketentuan dan peraturan yang ada, menurut mereka, akan membuat UIN Jakarta yang seharusnya menjadi kampus terkemuka, contoh bagi PTKIN lainnya dan kebanggaan umat dan bangsa terpuruk.

"Menyerukan kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mendudukan masalah dengan semestinya yaitu  menyelesaikan dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang pada kasus pembangunan asrama mahasiswa UIN Jakarta dengan   segera membentuk Mahkamah Etik sesuai rekomendasi Senat UIN Jakarta," demikian bunyi pernyataan sikap FKW Muhammadiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
 
Diketahui, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Amany Lubis memberhentikan Prof Andi M. Faisal Bakti dan Prof Masri Mansoer dari jabatannya masing-masing sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Pemberhentian Prof Andi berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 166, adapun Prof Masri diberhentikan melalui Keputusan Rektor Nomor 167. Pemberhentian keduanya berlaku sejak surat keputusan ditandatangani Prof Amany tanggal 18 Februari 2021.

"Yang bersangkutan dipandang sudah tidak dapat bekerja sama lagi dalam melaksanakan tugas kedinasan," demikian petikan keputusan rektor pada bagian menimbang dalam Keputusan Rektor Nomor 166 dan Keputusan Nomor 166.

Pencopotan dua warek UIN Jakarta diduga merupakan buntut dari laporan dugaan perbuatan melawan hukum terkait proyek pembangunan asrama mahasiswa ke penegak hukum.

Selain ke Polda Metro Jaya dugaan pelanggaran hukum dalam kegiatan pembangunan asrama mahasiswa UIN Jakarta telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung, KPK, dan Kementerian Agama.

Pelaporan dilakukan oleh UIN Watch, UIN Bersih dan individu civitas akademika UIN Jakarta pada medio November-Desember 2020 dengan sangkaan dugaan peniupan dan/ penggelapan, korupsi, penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etik dengan terlapor antara lain rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis dan Ketua Panitia Pembangunan Asrama Mahasiswa Prof Suparta.

Dugaan pencopotan dua warek sebagai buntut dari laporan dugaan perbuatan melawan hukum terkait proyek pembangunan asrama mahasiswa antara lain disampaikan Koordinator UIN Watch Sultan Rivandi.

"Dugaan kuat kami seperti itu," kata dia melalui sambungan telepon kepada KATTA, Jumat (19/2/2021).

Dalam laporan dugaan pemalsuan yang dibuat ke Polda Metro Jaya, dicontohkan dia, UIN Watch mencantumkan dua nama Warek yang diberhentikan oleh Rektor UIN Prof Amany Lubis sebagai saksi.

"Sangat mungkin pemberhentian mereka sebagai upaya untuk menggagalkan atau mempersulit proses hukum atas kasus yang kami laporankan," ucap Sultan.[]

Top