Diberhentikan dari Warek 3 UIN Jakarta, Prof Masri: Alasan Pemberhentian Mengada-ada

Diberhentikan dari Warek 3 UIN Jakarta, Prof Masri: Alasan Pemberhentian Mengada-ada
Rektor UIN Jakarta Amany Lubis bersama Wakil Rektor Bidang Admininistrasi Umum Ahmad Rodoni dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer. (Dok. UIN Jakarta via www.uinjkt.ac.id)

KATTA - Prof Masri Mansour membenarkan dirinya telah diberhentikan dengan hormat dari jabatan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prof Masri mempersoalkan alasan pemberhentian oleh Rektor Prof Amany Lubis.

"Alasan pemberhentian saya dicari-cari dan mengada-ada," kata Prof Masri melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (19/2/2021).

Prof Masri meluruskan anggapan tidak dapat bekerjasama lagi dengan rektor sebagai alasan pemberhentian sebagaimana tertera dalam surat keputusan nomor 167 yang ditandatangani Prof Amany tanggal 18 Februari 2021.

Yang sesungguhnya terjadi, kata dia, diputusnya koordinasi antara rektor dan dirinya terkait dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan. Bahkan, dirinya diasingkan dengan tidak dilibatkan dalam rapat-rapat pimpinan yang berhubungan dengan tupoksinya itu.

"Situasi ini berlangsung selama 3 bulan terakhir," jelasnya.

Selain terkait alasan, Prof Masri mempersoalkan mekanisme pemberhentian. Pertimbangan lain pemberhentian karena rektor mengaggap Prof Masri melanggar kode etik.

"Saya diberhentikan tanpa proses klarifikasi, pemeriksaan yang sesuai dengan aturan kepegawaian dan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Prof Masri menyebut Rektor telah bertindak sewenang-wenang dan melanggar peraturan perundang-undangan dalam pemberhentian dirinya. Karenanya dia menegaskan tak akan tinggal diam.

"Sebagai warga negara yang baik, saya akan membela hak-hak hukum saya. Selanjutnya saya akan berkonsultasi dengan kuasa hukum tentang langkah-langkah hukum yang diambil,"  demikian kata Prof Masri Mansoer.

Lebih jauh Prof Masri menduga pemberhentian dirinya buntut dari laporan polisi tentang dugaan pemalsuan dan korupsi pembangunan asrama mahasiswa.

Laporan disampaikan UIN Watch ke Polda Metro Jaya pada November 2020 dengan terlapor Prof Suparta.

Selain dikenal memiliki hubungan dekat dengan terlapor, Amany Lubis dalam struktur kepanitian merupakan penangungjawab pembangunan asrama.

"Diduga karena nama saya dicantumkan sebagai saksi dalam laporan ke polisi oleh pihak lain dan tergabung dalam upaya pengungkapan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etik," demikian kata Masri Mansoer.

Diketahui, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Amany Lubis, M.A memberhentikan dengan hormat Prof Andi M. Faisal Bakti, M.A dan Prof Dr Masri Mansoer, M.Ag dari jabatannya masing-masing sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Pemberhentian Prof Andi berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 166, adapun Prof Masri diberhentikan melalui Keputusan Rektor Nomor 167. Pemberhentian keduanya berlaku sejak surat keputusan ditandatangani Prof Amany tanggal 18 Februari 2021.

"Yang bersangkutan dipandang sudah tidak dapat bekerja sama lagi dalam melaksanakan tugas kedinasan," demikian petikan keputusan rektor pada bagian menimbang dalam Keputusan Rektor Nomor 166 dan Keputusan Nomor 166.

Dalam keputusannya Rektor juga menetapkan mengembalikan Prof Andi sebagai Guru Besar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan Prof Dr Masri sebagai Guru Besar Fakultas Ushuluddin.[]

Top