Ironis, Polsek Sungai Pagu Dirusak Sesaat Setelah Listyo Sigit Jadi Kapolri

Ironis, Polsek Sungai Pagu Dirusak Sesaat Setelah Listyo Sigit Jadi Kapolri
Neta S Pane/Net

KATTA - Ind Police Watch (IPW) prihatin dengan peristiwa perusak Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Pagu di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat oleh ratusan massa.

"Apalagi peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Jokowi melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui pesan elektronik kepada KATTA sesaat lalu.

Neta menilai kasus penyerangan Polsek Sungai Pagu menjadi ironi dan sekaligus tantangan bagi Listyo Sigit sebagai kapolri baru. Pasalnya, Listyo saat uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon Kapolri di DPR mencanangkan Polsek hanya menjadi pembina dan pengendali Kamtibmas. Tidak lagi menangani kasus.

"Artinya, bagaimana pun konsep baru kinerja Polsek yang digagas Kapolri Sigit perlu ditata dengan komperhensif agar jajaran Polsek menjadi lebih peka dengan deteksi dini, sehingga bisa segera mengantisipasi situasi yang ada. Dengan kepekaan dan antisipasi yang tinggi, Polsek tidak lagi menjadi bulan-bulan amuk massa."

"Sehingga program Polsek paradigma baru yg digagas Kapolri Sigit bisa berjalan maksimal dan membawa Polri benar-benar presisi," kata Neta.

Polsek Sungai Pagu di Kabupaten Solok Selatan dirusak sekitar 200 massa pada Rabu sore, 27 Januari 2021. Penyerangan bermula dari penangkapan tersangka DC, buronan kasus penjudian yang juga diduga sering memalak warga.

Saat ditangkap tersangka DC melakukan perlawanan, dgn cara menyerang petugas dengan sebilah senjata tajam. Salah seorang polisi berhasil ditusuknya hingga bagian tangan dan bagian tubuh lainnya luka luka.

Karena membahayakan petugas, polisi melumpuhkan pelaku dengan tembakan. Tembakan mengenai bagian kepala dan pelaku dinyatakan meninggal dunia di RSUD Solok Selatan.

Kematian tersangka memicu amarah keluarga dan kerabat pelaku. Mereka lalu ramai-ramai mendatangi Mapolsek Sungai Pagu dan melempari Mapolsek dengan batu hingga benda keras lainnya.

Akibat penyerangan ini, ruangan penjagaan dan tempat penerimaan laporan atau pelayanan masyarakat rusak berat. Semua kaca pada ruangan itu rusak berat.

Setelah menyerang Mapolsek Sungai Pagu, massa memblokade jalan penghubung Padang Aro-Muara Labuh. Ruas jalan yang diblokade merupakan jalan lintas utama yang menghubungkan Provinsi Sumbar dengan Kerinci, Provinsi Jambi.[]

Top