RR ke Jokowi: Ndak Ngerti Atau Pura-pura Ndak Ngerti?

RR ke Jokowi: Ndak Ngerti Atau Pura-pura Ndak Ngerti?
Joko Widodo-Rizal Ramli/Net

KATTA - Ekonom senior Rizal Ramli menanggapi kejengkelan Presiden Joko Widodo akibat rendahnya produksi komoditas pangan yang menyebabkan Indonesia tidak bisa lepas dari impor.

Menurut RR, rendahnya produksi pangan pertanian seiring kebijakan pemerintah yang doyan impor dan bagi-bagi rente kuota impor.

"Ini Presiden @jokowi ndak ngerti atau pura-pura ndak ngerti. Kebijakan pemerintah yang doyan impor dan doyan bagi-bagi rente quota impor, itu yang membuat petani tidak punya insentif untuk menaikkan produksi," kata RR melalui akun Twitter @RamliRizal, Selasa (12/1/2021).

Kemudian, menurut RR, kebijakan pupuk dan pricing policy atau kebijakan harga yang sama-sama tidak mendukung petani untuk meningkatkan produksi.

Sebagai contoh, harga pupuk Rp200 tetapi harga gabah hanya Rp100. Padahal seharusnya jika harga pupuk Rp200 maka harga gabah dipatok Rp300 agar petani untung 50%.

"Please deh, jangan terlalu banyak drama. Kalau bener-benar ndak ngerti, nanti tak kasih kuliah gratis," kata RR lagi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kejengkelannya karena jutaan komoditas pangan strategis sampai saat ini kerap diimpor.

"Kedelai hati-hati, gula hati-hati, ini yang masih jutaan jutaan. jutaan ton," kata Jokowi saat meresmikan pembukaan rapat kerja nasional pembangunan pertanian tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Jokowi pun menekankan kepada jajarannya untuk tidak lagi menerapkan kebijakan yang konvensional maupun bersifat rutinitas semata. Jokowi menginginkan pembangunan pertanian nasional dibenahi secara serius.

"Karena percuma kalau bisa berproduksi tapi sedikit, nggak ngaruh apa-apa sama yang impor tadi," ucap Jokowi.[]

Top