Boyamin Yakin

Harun Masiku Sudah Meninggal

Harun Masiku Sudah Meninggal
Harun Masiku/Net

KATTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meyakini buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masikhu sudah meninggal dunia.

Dalam wawancaranya dengan Karni Ilyas di akun Youtube Karni Ilyas Club, Boyamin mengatakan Harun sudah tiada.

"Iya jaringan saya Bang Karni mengatakan bahwa (Harun Masiku) itu sudah meninggal, tanda kutipnya nggak tahu seperti apa. Jaringan terbaik saya loh ya (yang mengatakan seperti itu)," kata Boyamin seperti dikutip dari akun Youtube Karni Ilyas Club, Senin (11/1/2021).

Boyamin menceritakan ia mendapatkan informasi tentang nasib mantan politisi PDIP yang buron sejak Januari 2020 itu dari orang yang pernah bekerja di lembaga intelijen.

"Ada satu dua orang yang pensiunan (lembaga intelijen) yang bisa mengakses ke beberapa jalur itu mengatakan sudah nggak ada. Jadi saya pahami meninggal," katanya.

"Saya ya yakin karena juga tidak ada informasi yang sebaliknya kan. Kalau bicara keyakinan kan boleh. Kalau saya mengatakan sudah meninggal kan saya salah, bisa dituntut keluarganya kan, gitu kan. Maka saya (bicaranya) keyakinan," tambahnya.

Soal apakah Harun meninggal karena dibunuh atau sakit? Selain informasi dari pensiunan lembaga intelijen, Boyamin yakin Harun meninggal dibunuh berdasarkan informasi dari jaringannya di Makassar.

"Dari track record teman-temannya saya tanya (Harun Masiku) itu nggak pernah sakit, nggak punya sakit yang komorbid juga nggak ada," demikian kata Boyamin Saiman.

Meski begitu Boyamin enggan menyinggung pembunuh Harun? Ditanya Karni Ilyas soal ini, Boyamin yang dijuluki Karni Ilyas sebagai detektif partikelir karena kerap membongkar kasus hukum, menghindar.

"Nah itu, detektif swasta saya belum mampu sampai harus bisa ngomong siapa. Dan ini masyarakat dan Bang Karni kan bisa menduga-duga kira-kira siapa kan. Tapi kan biarlah imajinasi-imajinasi liar ini ya biar di otak kita masing-masing aja bang," ucap Boyamin Saiman.

Harun Masiku adalah tersangka suap pergantian antar waktu anggota DPR dari Fraksi PDIP. Harun dianggap sebagai saksi pelaku dalam kasus yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu karena bisa memberitahu siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.

Harun diduga memberi suap kepada Wahyu agar diloloskan sebagai anggota DPR. Pada awal-awal kasus ini muncul, nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto termasuk yang disinggung-singgung terlibat. Hasto bahkan pernah diperiksa oleh penyidik KPK.

Harun diketahui pergi keluar negeri pada tanggal 6 Januari 2020, tepatnya dua hari sebelum Wahyu ditangkap KPK di Bandara Soekarno Hatta pada 8 Januari 2020. Beberapa hari setelahnya, Harun ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan KPK dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun setahun berlalu, Harun tidak kunjung ditemukan KPK.[]

Top