Diharapkan Lebih Efektif Tekan Penyebaran COVID-19

Senator Jawa Tengah Dukung Penerapan PPKM

Senator Jawa Tengah Dukung Penerapan PPKM
Anggota DPD RI dari Jawa Tengah, Abdul Kholik/Ist.

KATTA – Pemerintah hari ini (11/1) resmi menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dari 11 - 25 Januari guna memutus rantai penularan virus COVID-19 yang justru masih menunjukkan tren peningkatan penyebaran kasusnya.

Kebijakan PPKM ini mendapat dukungan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdul Kholik. Senator dari Jawa Tengah ini berharap penerapan PPKM didukung semua elemen masyarakat sehingga lebih efektif mencegah penyebaran wabah pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun ini.

“Semua pihak, baik Pemda (Pemerintah Daerah) maupun masyarakat harus mendukung penerapan PPKM, demi kebaikan bersama,” kata Kholik.

Di beberapa wilayah Jawa Tengah (Jateng) sendiri masuk zona merah penyebaran COVID-19. Jateng menempati urutan keempat daerah terbesar kasus Covid-19 setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kasus Covid di Jateng terhitung masih tinggi lebih dari 100 ribu kasus kasus dan memakan korban 6000-an yang meninggal dunia

PPKM merupakan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperketat. Di Jateng penerapan PPKM diberlakukan di tiga wilayah yakni Semarang raya, Solo raya dan Banyumas raya.

Kholik berharap perapan PPKM di Jateng bisa berlangsung dengan lancar sehingga rantai penyebaran COVID-19 bisa diputus. 

Kholik sadar, pemberlakuan PPKM akan berdampak pada berbagai sektor, terutama perekonomian masyarakat. Namun, pengorbanan itu menjadi risiko yang harus diambil agar COVID-19 di Jateng bisa segera diatasi. Termasuk kegiatan pendidikan pun diminta Kholik untuk sementara tetap diberlakukan dengan sistem daring online.

"Wacana kegiatan belajar tatap muka harus dipertimbangkan kembali, jangan sampai membuat cluster baru penularan COVID-19. Selain itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan, harus selalu diperhatikan," ujarnya. 

Namun demikian, pria kelahiran Kabupaten Cilacap ini optimis masyarakat Jateng bisa lebih kuat dan dapat mengupayakan agar pandemi segera berakhir. Adanya vaksin yang  akan segera diberikan pada masyarakat menambah optimisme ke depan akan lebih baik. Tentu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat agar lebih terlindungi.

Kholik juga mengapresiasi berbagai langkah yang sudah diambil oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah (Pemprop Jateng) seperti kebijakan Jogo tonggo, pemberian bantuan sosial, serta operasi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes). Nah terkait prokes ini, Ia berharap kebijakan penegakannya harus lebih ditingkatkan, supaya kasus penyebaran pendemi bisa ditekan lebih rendah lagi.

"Melihat angka jumlah korban terpapar Covid-19 yang tak kunjung memberi tanda akan menurun, perlu lebih kuat lagi upaya penegakan prokes. Terutama di kalangan masyarakat yang tingkat kesadaran dan kepatuhan prokesnya masih kurang," pungkasnya.

Top