Dirut Sriwijaya Air Janji Dampingi Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat SJ182

Dirut Sriwijaya Air Janji Dampingi Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat SJ182
Direktur Utama Sriwijaya Jefferson Irwin Jauwena/Net

KATTA - Direktur Utama Sriwijaya Jefferson Irwin Jauwena menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan yang dialami pesawat Sriwijaya Air SJ182.

"Tentunya kami sangat prihatin dengan kejadian yang kami alami dengan SJ 182 ini," ujar Irwin Jauwena di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1) malam.

Irwin meminta doa agar proses pencarian berjalan baik dan lancar.

"Kami berharap semua dalam keadaan baik," ucapnya.

Irwin menuturkan pihaknya sudah menyiapkan posko bagi keluarga korban yang hendak mencari informasi, yakni di Bandara Soetta, di Pontianak dan di kantor Sriwijaya. Selain itu dapat menghubungi hotline posko Sriwijaya Air di 021 80637816-021 80637817.

"Yang akan kami lakukan, kami akan beri pendampingan semaksimal mungkin ke pihak keluarga. Tentunya kami bekerja dengan koordinasi yang sangat ketat dengan pihak terkait dalam proses pencarian SJ 182 ini," demikian kata Jefferson Irwin Jauwena.

Baca: Daftar Manifes Penumpang Sriwijaya Air yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (9/1/2021) siang. Pesawat jenis Boeing 737-524 itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak, Kalimantan Barat pada pukul 14.36 WIB.

Pada pukul 14.40 WIB pesawat yang membawa penumpang 46 orang dewasa, 7 anak, 3 bayi dan 6 kru itu hilang kontak. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pesawat jatuh di Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

"Ya, (jatuh) dekat Pulau Laki," katanya.

Budi Karya mengatakan pesawat pada pukul 14.37 WIB masih di ketinggian 1700 kaki. Pilot Sriwijaya Air kemudian meminta izin kepada air traffic control di Soekarno-Hatta untuk menaikkan ketinggian. Pilot memperoleh izin meningkatkan ketinggian terbang di 29 ribu kaki pada pukul 14.37 WIB dengan standar instrumen departure.

Namun pada pukul 14.40 WIB, ATC tidak melihat Sriwijaya Air menuju koordinat yang semestinya. Oleh karenanya ATC meminta pilot untuk melaporkan arah.

"Dalam hitungan detik, SJY182 hilang dari radar," ujar Budi Karya.

Lokasi jatuhnya pesawat jatuh di Pulau Laki dikonfirmasi Bupati Kepulauan Seribu, Djunaedi. Ia mendapatkan laporan dari nelayan yang menemukan 4 serpihan seng berwarna biru dan hijau.

"Betul (di Pulau Laki)," ujar Djunaedi.

Sementara Komandan Kapal Trisula Kemenhub Kapten Eko mengatakan pihaknya melihat avtur atau bahan bakar pesawat di sekitar lokasi kejadian. Kapal patroli Kementerian Perhubungan juga menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

"Informasi dari nelayan, terdengar suara ledakan seperti suara petir," kata Eko.[]

Top