F-PAN: BPOM Jangan Terbebani Target Penyuntikan Vaksin

F-PAN: BPOM Jangan Terbebani Target Penyuntikan Vaksin
Saleh Partaonan Daulay/Net

KATTA - Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak terbebani dengan target penyuntikan vaksin dalam melakukan kajian atas izin edar penggunaan atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19.

"Kita tentu berharap agar BPOM tetap independen dan menjaga integritas. Jangan terburu-buru mengeluarkan UEA hanya karena Menkes sudah menetapkan vaksinasi perdana tanggal 13 Januari," kata Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Menurut Saleh, lebih baik BPOM melakukan kajian yang mendalam dengan segala kekurangan dan kelebihannya dari pada terburu-buru menyetujui keluarnya izin edar tapi ternyata sebetulnya hasilnya belum memadai untuk dikeluarkan izin.

"Kalau memang belum selesai, selesaikan saja dulu dengan baik," katanya.

Diketahui, Pemerintah menjadwalkan program vaksinasi Covid-19 dimulai pada tanggal 13 Januari 2021 atau pekan depan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah didistribusikan ke beberapa daerah meski BPOM belum mengeluarkan EUA.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia sebanyak 3 juta dosis, yang dikirimkan dalam dua tahap yakni 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020.

Hingga Selasa 5 Januari 2021, vaksin tersebut telah tiba di Banten, Jawa Tengah, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Papua.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan supaya vaksinasi bisa serentak dilakukan di berbagai daerah.[]

Top