Mohon Belas Kasihan Hakim

Pinangki Bawa-bawa Anak Tabung dan Orangtua

Pinangki Bawa-bawa Anak Tabung dan Orangtua
Pinangki Sirna Malasari/Net

KATTA - Jaksa Pinangki Sirna Malasari menyesali perbuatannya terlibat dalam perkara hukum Djoko Tjandra. Ia memohon hakim menjatukan hukuman dengan belas kasihan.

"Hancur pekerjaan saya, pasti dipecat yang mulia, terus saya pisah sama anak saya, terus saya...," ucap Pinangki tersedu-sedu dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

"Saya sangat menyesal yang mulia, tidak sepantasnya saya berbuat seperti ini. Saya meminta belas kasihan penuntut umum agar tuntutannya berbelaskasihan dan agar yang mulia sekiranya bisa memutuskan dengan belas kasihan," tambahnya dengan terbata-bata.

Pinangki meminta belas kasihan hakim karena anaknya semata wayang masih kecil dan orangtuanya sakit.

"Anak saya masih empat tahun, bapak saya sakit. Saya sangat menyesal. Saya berjanji tidak akan dekat-dekat dengan yang seperti ini lagi. Saya mau jadi ibu rumah tangga saja. Tolonglah saya penuntut umum, pak hakim, saya tidak tahu lagi mesti ke mana, hidup saya sudah hancur yang mulia, hancur tidak ada artinya lagi," kata dia.

Pinangki bahkan menceritakan anak tunggalnya hasil dari bayi tabung.

"Anak saya tiap hari, itu anak bayi tabung, sekarang... tolong belas kasihannya. Saya merasa menyesal, tidak pantas saya berbuat ini. Saya berjanji tidak akan dekat-dekat lagi untuk hal seperti ini yang mulia," ucap dia.

Pinangki didakwa tiga dakwaan, yaitu penerimaan suap sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp7,4 miliar dari terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra.

Dakwaan kedua, pencucian uang yang berasal dari penerimaan suap sebesar 444.900 dolar atau sekitar Rp 6.2 miliar sebagai uang pemberian Joko Tjandra untuk pengurusan fatwa ke MA.

Ia juga didakwa turut dalam pemufakatan jahat bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Joko Tjandra untuk menyuap pejabat di Kejagung dan MA senilai 10 juta dolar AS.[]

Top