Gagasan Satu Paket Istana:

Gatot Eddy Kapolri, Listyo Sigit Wakapolri

Gatot Eddy Kapolri, Listyo Sigit Wakapolri
Neta S Pane/Net

KATTA - Ind Police Watch (IPW) mengungkap gagasan untuk membuat satu paket pergantian Kapolri dan Wakapolri. Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan gagasan tersebut muncul di lingkungan Istana Kepresidenan.

"Gagasan satu paket itu yakni menaikkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis, dan mendorong Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Wakapolri menggantikan Gatot Eddy," kata Neta melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Rabu (6/1/2021).

Neta mengatakan dari pantauan IPW gagasan menjadikan Gatot Edy sebagai Kapolri dan Listyo Sigit menjadi wakapolri semakin serius dibahas kalangan Istana atau kalangan dekat Presiden Jokowi menjelang penyerahan nama calon Kapolri ke DPR.

Dikatakannya, di lingkungan Istana Kepresidenan saat ini memang sudah mengkristal dua nama calon Kapolri pengganti Idham Azis, yakni dari senior Akpol 88 dan junior Akpol 91.

Berbeda dengan itu, sebut Neta, kalangan internal Polri justru menghendaki Presiden Jokowi memilih jenderal senior sebagai Kapolri. Begitu juga untuk posisi Wakapolri yang diharapkan dipilih bukan jenderal junior.

Jika skenario ini dijalankan maka Presiden Jokowi bisa dua kali mengangkat Kapolri sebelum kekuasaannya berakhir pada 2024 nanti.

Pertama, mengangkat figur Kapolri pengganti Idham Azis jenderal senior dengan nomor regisrasi pokok (NRP) 65 yang berakhir masa tugasnya di tahun 2023. Kemudian pada tahun 2023 mengangkat Kapolri dari jenderal dengan NRP 67 atau 68 yang berakhir masa dinasnya di tahun 2025 atau 2026.

"Dengan demikian, pada priode 2021 sampai 2024, Presiden Jokowi masih bisa mengangkat dua kapolri lagi," tukas Neta.[]

Top