KPK Didemo Segera Periksa Gibran

KPK Didemo Segera Periksa Gibran
Pergerakan Masyarakat Madani (Permadani) unjuk rasa di depan Gedung KPK/Ist

KATTA - Sejumlah massa dari Pergerakan Masyarakat Madani (Permadani) menggelar unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa 5 Januari 2021.

Mereka mendesak lembaga anti rasuah membongkar tuntas korupsi bantuan sosial (Bansos) penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

"Semua pihak yang terkait harus dipanggil untuk dimintai keterangan. Bila ada yang terbukti korupsi harus ditingkakan statusnya menjadi tersangka," kata Ketua Permadani, Yonpi Saputra, di sela unjuk rasa.

Salah satu pihak yang menurut dia perlu diperiksa KPK adalah Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan pengakuan dua orang staf di Kemensos kepada Majalah Tempo, putra sulung Presiden Jokowi itu merupakan pihak yang merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) untuk menjadi penyedia tas atau goodie bag yang digunakan untuk paket bansos.

Selain itu disebutkan juga bahwa suap bansos mengalir kepada calon kepala daerah dari PDIP.

"Terkait pernyataan Gibran yang mempersilahkan untuk mengecek dugaan keterlibatan dirinya ke KPK maka kami sebagai warga negara dengan tulus menindaklanjuti permintaan tersebut. Kami mendatangi KPK untuk mendesak KPK segera menindaklanjutinya,"

Terkait LHKPN Gibran, Permadani menyimpulkan terdapat sejumlah kejanggalan. Total harta kekayaan yang dimiliki Gibran dalam LHKPN tertulis Rp 21 miliar sementara jualan martabak Markobar milik Gibran dikabarkan sepi pembeli.

Selain itu ada kucuran dana kepada dua startup besutan Gibran, yakni Rp 28,3 miliar dari Firma Ventura Alpha JWC Ventures kepada Mangkok Ku dan sebesar Rp 71 miliar untuk startup Goola.

"Ada kejanggalan yaitu memiliki harta Rp 21 miliar, bisnis martabak sepi, tapi masih diberi suntikan dana puluhan miliar. Oleh karenanya kedatangan kami ke KPK juga untuk mendesak KPK menelusuri LHKPN milik Gibran," ujar Yonpi.

Unjuk rasa berlangsung tertib. Dalam aksinya, massa Permadani membentangkan spanduk bertuliskan "Usut Tuntas Skandal Korupsi Dana Bansos," dan sejumlah poster berisi tulisan "#Periksa Anak Pak Lurah."[]

Top