Harapan KAMI se-Jawa Sambut Kelahiran FPI

Harapan KAMI se-Jawa Sambut Kelahiran FPI
Ilustrasi/Net

KATTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyambut baik lahirnya Front Persatuan Islam (FPI).

Hal itu sebagaimana tercantum dalam pernyataan sikap KAMI yang diteken oleh lima presidium KAMI dari DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain menjadi dorongan persatuan Islam, FPI diharapkan berjuang untuk tegaknya kebenaran dan keadilan di Indonesia.

"Semoga menjadi spirit persatuan umat Islam dan ruh perjuangan demi tergaknya kebenaran dan keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian dikutip dalam pernyataan yang diterima redaksi, Jumat (1/1/2020).

Surat pernyataan itu ditandatangani oleh Daniel M Rasyid (Jatim), Mudrick SM Sangidu (Jateng), Syukri Fadholi (DIY), dan Dr. Radhar Tribaskoro (Jabar) dan Djuju Purwanto (DKI Jakarta).

Front Persatuan Islam (FPI) dideklarasikan oleh sejumlah pengurus Front Pembela Islam (FPI) setelah organisasi mereka dibubarkan oleh pemerintah.

Pembubaran dan penghentian kegiatan tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam tertanggal 30 Desember 2020.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Kemudian, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar.

Poin SKB antara lain menyebutkan bahwa FPI adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga secara de jure telah bubar sebagai organisasi kemasyarakatan.

Kemudian, melarang dilakukannya kegiatan, penggunaan simbol, dan atribut FPI dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.[]

Top