Kewenangan Sri Mulyani Bertambah

Rizal Ramli: Ironi yang Semakin Menjadi-jadi

Rizal Ramli: Ironi yang Semakin Menjadi-jadi
Rizal Ramli/Net

KATTA - Ekonom senior Rizal Ramli menilai kewenangan tambahan yang diampu Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah sebuah ironi. Mengingat selama ini Sri Mulyani tidak bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi.

"Ironi yg semakin menjadi-jadi. Kekuasaan semakin ditumpuk, tapi kemampuan untuk selesaikan masalah semakin nihil," tulis Rizal di akun Twitternya @ramlirizal seperti dilihat redaksi sesaat lalu, Selasa (1/12/2020).

RR, demikian mantan anggota panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu disapa, mengatakan analisa ekonomi Sri Mulyani banyak slip and spin sehingga berbagai permasalahan yang ada dalam perekonomian tidak bisa teratasi.

Karenanya menurut dia, menambah kewenangan tidak akan membuat Sri Mulyani bisa menyelesaikan masalah ekonomi yang ada saat ini dan tantangan ekonomi kedepan.

"Angka2 pun banyak "bluffing" atau bohongnya. Mau kemana?" tulis Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri di era Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu.

Kewenangan tambahan Sri Mulyani selaku Menkeu termuat dalam Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Reformasi, Pengembangan, dan Penguatan Sektor Keuangan.

Setidaknya ada lima kewenangan tambahan untuk Menkeu yang disebutkan dalam draft RUU yang nantinya akan menjadi produk hukum Omnibus Law Sektor Keuangan itu. Berikut rinciannya:

- Mengusulkan nama-nama Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk diangkat oleh Presiden.

- Menilai rencana anggaran OJK sebelum dilakukan pembahasan dengan DPR.

- Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja dan anggaran tahunan LPS. Dalam hal Menkeu belum menyetujui RKAT operasional sampai dengan batas waktu ditentukan, LPS menggunakan RKAT operasional tahun berjalan.

- Menerima laporan keuangan semesteran dan laporan kegiatan triwulanan LPS.

- Mengambil keputusan final rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).[]

Top