Kecam Peristiwa Lembantongoa

Ahmadiyah: Teroris adalah Musuh Bersama

Ahmadiyah: Teroris adalah Musuh Bersama
Yendra Budiana/Net

KATTA - Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengecam keras teror yang menewaskan empat orang di Desa Lembantongoa, Kecamatan Paloli, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Bagi Jemaat Ahmadiyah, semua bentuk teror dan ekstrimisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang hakiki. Quran surat Al-Maidah ayat 32 mengatakan bahwa membunuh satu orang yang tidak bersalah ibarat membunuh seluruh umat manusia," kata Jurubicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana, kepada redaksi sesaat lalu.

Atas nama Jemaat Ahmadiyah dia menyampaikan bela sungkawa yang mendalam untuk seluruh korban. Tidak lupa, Jemaat Ahmadiyah mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak para pelaku dengan seadil-adilnya.

Selain itu, pihaknya mengajak para pemuka agama untuk bersama-sama meningkatkan pendidikan moral umat sehingga menjadi umat yang adil, saling mencintai dan tidak mengganggu pihak manapun.

"Berikanlah para teroris pemahaman yang benar, ajaklah dengan hikmah kepada jalan Tuhan dan doakanlah dengan tulus agar mereka merubah jalan hidupnya. Namun jika gagal, maka perangilah kejahatan sampai perdamaian terwujud dengan tetap mengutamakan sikap adil," tuturnya.

Khusus untuk anggota Jemaat Ahmadiyah, Yendra meminta untuk berdoa agar kasus kemanusiaan yang terjadi di Sigi bisa terselesaikan dan tidak terjadi lagi. Keluarga para korban serta masyarakat lainnya diberikan kekuatan dan perlindungan.

"Teroris mungkin menggunakan label agama atau politik, tetapi mereka tidak ada hubungannya dengan agama. Mereka adalah musuh perdamaian. Mereka harus diperangi di setiap tingkat seperti yang dianjurkan oleh Islam, agama damai," demikian kata Yendra Budiana.

Diberitakan sebelumnya, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora menyerang pemukiman warga transmigrasi di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 08.00 WITA hari Jumat (17/11) lalu.

Dalam penyerangan tersebut mereka membunuh empat orang serta membakar enam buah rumah. Korban yang dibunuh merupakan satu keluarga, yaitu kepala keluarga bernama Yasa, istri Yasa, putri Yasa, dan menantu Yasa. Pembunuhan keempatnya dilakukan secara sadis, ada yang dibakar hingga kepala ditebas.

Adapun dari enam rumah yang dibakar salah satunya biasa dijadikan tempat beribadah umat Gereja Bala Keselamatan.[]

Top