Kerugian Akibat Penundaan Olimpiade Capai Rp26,72 Triliun

Kerugian Akibat Penundaan Olimpiade Capai Rp26,72 Triliun
Ilustrasi/Net

KATTA - Kerugian sementara akibat penundaan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo ditaksir mencapai 200 miliar yen atau setara Rp26,72 triliun.

Demikian disampaikan Komite Olimpiade Internasional dan Pemerintah Jepang sebagaimana dikutip dari koran di Jepang, Yomiuri, Minggu (29/11/2020).

Penyelenggaraan Olimpiade ditunda sampai satu tahun akibat Covid-19. Sedianya, pesta olahraga terbesar dunia itu digelar pada Juli 2020 tetapi karena ada pandemi dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret 2021.

"Perkiraan biaya penyelenggaran olimpiade sebelum ditunda akibat Covid-19 mencapai 1,35 triliun yen (sekitar Rp18,29 triliun)," demikian isi berita Yomiuri.

Menurut berita di Yomiuri, penyelenggara awalnya memperkirakan kerugian akibat penundaan itu hampir mencapai 300 miliar yen (sekitar Rp40,54 triliun). Namun, nilai itu dapat dikurangi dengan menyederhanakan sejumlah acara.

Komite penyelenggara olimpiade akan menetapkan besaran kerugian akibat penundaan itu pada Desember 2020 tepatnya setelah komite, Pemerintah Kota Tokyo, dan Pemerintah Jepang bertemu dan berdiskusi. Hingga kini, komite masih menghitung biaya tambahan yang timbul akibat penundaan.

"Biaya tambahan akibat penundaan mencakup gaji staf serta anggaran pengenalan sistem baru untuk pengembalian tiket. Namun, biaya tambahan itu tidak mencakup anggaran untuk mencegah penyebaran Covid-19," terang isi berita Yomiuri.[]

Top