Kabar Stimulus Bikin Gerak Roller Coaster, IHSG Selamat di Jumat Keramat

Kabar Stimulus Bikin Gerak Roller Coaster, IHSG Selamat di Jumat Keramat
Ilustrasi/Net

KATTA - Sesi perdagangan akhir pekan yang menengangkan akhirnya berlalu dengan seluruh indeks di bursa saham utama Asia melakukan gerak sangat tajam bak roller coaster. Laporan dan sentimen suram dari persebaran wabah penyakit akibat infeksi Coronavirus masih terus mengintai pelaklu pasar.

Namun kabar terkini yang beredar terlihat sedikit mampu untuk meredakan aksi panik jual yang telah sangat menderas dalam menutup sesi pekan ini, Jumat 13 Maret 2020. Gerak indeks yang sempat mengalami keruntuhan sangat ekstrim akhirnya mampu mengikis penurunan dalam taraf signifikan.

Bahkan di sebagian bursa saham gerak indeks terlihat berhasil beralih ke zona hijau sebagaimana terjadi di bursa efek Indonesia.

Laporan yang beredar sebelumnya menyebutkan, sentimen suram yang semakin terpicu oleh keputusan pemerintahan Presiden Donald Trump yang melarang penerbangan dari  sebagian besar negara di kawasan Eropa guna membatasi risiko persebaran wabah Coronavirus.

Langkah tegas Presiden Trump tersebut disambut dengan kepanikan luar biasa oleh investor  hingga meruntuhkan indeks Wall Street secara seragam nyaris 10% dalam sesi perdagangan Kamis (12/3/2019). Keputusan Trump tersebut juga berimbas sangat besar terhadap gejolak di pasar minyak dunia hingga menghantarkan amblesnya sejumlah saham energi dan perminyakan.

Larangan  penerbangan dari Eropa oleh Trump juga langsung disambut dengan kerontokan saham-saham sektor pariwisata dan travel serta industri maskapai penerbangan untuk semakin menggilas indeks Wall Street.

Sentimen yang sangat suram tersebut kemudian menghajar sesi perdagangan pagi akhir pekan ini di Asia. Laporan menunjukkan, indeks Nikkei di bursa saham Jepang yang sempat rebah hingga 10% di sesi perdagangan pagi. Sementara bursa saham Australia mengalami gerak yang lebih dramatis dengan indeks ASX 200 sempat terhajar koreksi ekstrim hingga 8%.

Namun kabar terkini beredar di kalangan pelaku pasar bahwa pihak Bank Sentral AS dan Bank Sentral Australia mulai mengguyur likuiditas dalam jumlah sangat besar pada sistem keuangan mereka.

Kabar ini semakin terkukuhkan dengan laporan dari pasar spot yang menunjukkan gerak indeks Wall Street yang berbalik melakukan rebound tajam di sesi perdagangan sore di Asia.  Serangkaian laporan tersebut kemudian memantik gerak balik aksi akumulasi hingga mengikis penurunan indeks dalam taraf cukup signifikan di bursa saham utama Asia.

Hingga sesi perdagangan sore ini berakhir, indeks Nikkei  tercatat menurun 6,08% untuk menutup sesi di 17.431,05, sementara indeks ASX 200 di bursa saham Australia beralih positif dengan melonjak sangat tajam 4,42% untuk  terhenti di kisaran 5.539,3. Gerak turun masih dibukukan bursa saham Hong Kong, dengan indeks Hang Seng terpangkas 1,14% untuk singgah di 24.032,91.

Sedangkan pada bursa saham Korea Selatan, indeks KOSPI tetap terpuruk di zona koreksi dengan menurun 3,43% untuk menutup sesi di 1.771,44.

Situasi panik yang melahirkan gerak sangat tajam bak roller coaster di sesi perdagangan Asia tersebut menghadirkan  pola gerak serupa pada bursa efek Indonesia. Inde3ks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat merosot hingga 5% pada 15 menit pertama sesi perdagangan pagi hingga terjadi penghentian trading sementara oleh otoritas bursa saham, secara perlahan kemudian mengikis penurunan curamnya usai beralihnya pola gerak indeks di Asia.

IHSG secara meyakinkan kemudian mampu mencoba menyisir zona positif meski hanya dalam taraf moderat di sesi perdagangan sore.  Gerak IHSG kemudian terlihat cenderung terjebak di rentang terbatas hingga sesi perdagangan berakhir.

IHSG akhirnya menutup sesi pekan ini dengan menguat moderat  0,24% untuk parkir di kisaran 4.907,57.

Catatan dari jalannya sesi perdagangan di Jakarta menunjukkan, gerak harga saham unggulan yang bervariasi di sesi akhir pekan ini setelah sempat secara seragam menginjak zona penurunan curam di sesi perdagangan pagi.

Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan tercatat mampu membukukan penguatan, seperti: BBCA, BBRI, TLKM, BBNI, UNVR, INDF, UNTR,  ICBP, serta WIKA dan CPIN.

Namun sejumlah saham unggulan lain terlihat masih harus berkubang di zona koreksi seperti: BMRI, ASII, SMGR, PTBA, PGAS, HMSP, WSKT, serta GGRM.

Pola gerak IHSG yang kali ini lumayan terselamatkan di sesi Jumat keramat terlihat berbeda dengan laporan dari pasar valuta. Gerak nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS belum mampu untuk beralih ke zona hijau.

Rupiah tercatat konsisten menapak zona pelemahan curam di sepanjang sesi perdagangan penutupan  pekan ini dengan sempat mencetak titik termurahnya di kisaran Rp14.840 per Dolar AS. Namun seiring pembalikan sentimen yang terjadi, Rupiah mampu mengikis pelemahan curam untuk kini bertengger di kisaran Rp14.715 per Dolar AS setelah terkoreksi tajam 1,33%.[]

Top