Janji Manis Trump Lumayan Manjur, IHSG Berbalik Lompat 1,63 Persen

Janji Manis Trump Lumayan Manjur, IHSG Berbalik Lompat 1,63 Persen
Donald Trump/Net

KATTA - Jalannya sesi perdagangan hari ini kembali diwarnai dengan kejutan yang cukup memukau. Pelaku pasar di Asia terlihat mulai reda dari kepanikan untuk menghantarkan gerak indeks berakhir mixed. Sesi perdagangan Selasa (10/3/2019) sesungguhnya masih diwarnai sikap pesimis pelaku pasar, namun sejumlah kabar poisitif membuat kepanikan mereda.

Kabar pertama yang beredar di kalangan pelaku pasar menyebutkan, sejumlah otoritas Bank Sentral yang sedang bersiap untuk mengguyur stimulus guna menanggulangi kepanikan yang telah menghunjam pasar dalam beberapa hari terakhir.

Ekspektasi akan tergelarnya stimulus tersebut untuk sebagian bahkan telah mampu membalik indeks di bursa saham utama Asia ke zona hijau usai sempat mengawali dengan gerak turun signifikan di awal sesi perdagangan pagi.

Namun kabar positif ini kemudian semakin kukuh oleh kabar dari Washington, di mana Presiden AS Donald Trump diwartakan sedang mengajukan usulan yang sangat positif  guna membangkitkan kinerja perekonomian. Pemerintahan Trump, melalui Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahkan disebutkan sedang mempersiapkan aksi yang sangat  agresif untuk melindungi kinerja perekonomian AS dari guncangan yang telah terjadi di pasar global yang  masih menderas.

Dengan cepat serangkaian kabar positif tersebut mampu membalik sikap pelaku pasar yang sebelumnya tercekam dalam pesimisme. Aksi akumulasi mulai tumbuh untuk mengimbangi tekanan jual yang masih tersedia.

Seluruh  bursa saham bahkan terlihat mampu membalik indeks ke zona hijau di sesi hari ini menyusul beredarnya kabar tersebut. Gerak indeks akhirnya ditutup dengan optimisme  untuk sekaligus mencerminkan kepanikan pelaku pasar yang mulai reda.

Kabar positif juga  semakin tersokong oleh laporan dari pasar minyak, di mana gerak balik melompat tajam terjadi. Harga minyak untuk jenis WTI tercatat berbalik  melambung  sangat curam 7,93% untuk kini bertengger di kisaran $33,6 per barel.

Laporan terkait juga memperlihatkan, besaran imbal hasil surat utang pemerintah AS berjangka 10 tahun yang juga berbalik menanjak untuk kini berada di kisaran 0,7%. Serangkaian kabar tersebut akhirnya menghantarkan penilaian bahwa kepanikan telah memuncak dan investor bisa mulai menumbuhkan optimisme di bursa saham.   

Hingga sesi perdagangan  sore ditutup,  bursa saham Hong Kong berhasil membukukan lonjakan curam dengan indeks Hang Seng melambung tajam 1,41% untuk berakhir di 25.392,51. Gerak positif juga berhasil dibukukan bursa saham Australia di mana indeks ASX 200 melompat 3,11% untuk menutup sesi di 5.939,6.

Sementara pada bursa saham Jepang, indeks Nikkei tercatat beralih positif dengan menanjak curam  0,85% untuk terhenti di 19.867,12, dan pada bursa saham Korea Selatan, indeks KOSPI menguat  moderat 0,42% untuk  singgah di 1.962,93.

Redanya kepanikan di bursa saham utama Asia tersebut kemudian dijadikan bekal berharga bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta untuk melakukan gerak rebound teknikal yang sangat tajam.

IHSG terlihat konsisten menapak zona penguatan tajam secara konsisten di sepanjang sesi perdagangan hari ini.  IHSG kemudian menutup sesi dengan melambung tajam 1,63% untuk parkir di kisaran 5.220,83. Gerak lompat IHSG dengan demikian tercatat cukup  curam dibanding seluruh indeks di bursa saham utama Asia.

Gerak bangkit IHSG kali ini juga ditopang oleh kinerja sejumlah saham unggulan. Nyaris seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan mampu membukukan lonjakan tajam, seperti: BBCA, BBRI, BBNI, ASII, BMRI, HMSP, PGAS, UNVR, UNTR, WIKA, GGRM, INDF,  serta PTPP.

Pola gerak IHSG yang cerah kali ini juga seiring dengan kinerja nilai tukar mata uang Rupiah di pasar valuta. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran  Rp14.357 per Dolar AS atau melonjak signifikan 0,24%.

Catatan juga menunjukkan, gerak menguat yang bahkan sempat hingga mencapai kisaran Rp14.297 per Dolar AS, namun kemudian secara perlahan mengikis penguatan tajam tersebut hingga sesi perdagangan sore berjalan.

Sentimen positif dari janji manis Trump yang berpadu dengan ekspektasi stimulus oleh sejumlah bank sentral menjadi bekal berharga bagi nilai tukar Rupiah untuk mampu berbalik membukukan penguatan dan sekaligus membuka ruang menghentikan tren pelemahan yang masih berlangsung.[]

Top