Pandemi Virus Corona Mengintai, IHSG Terhajar 1,49 Persen

Pandemi Virus Corona Mengintai, IHSG Terhajar 1,49 Persen
Ilustrasi/Net

KATTA - Jalannya sesi perdagangan sepanjang pekan ini terlihat telah menjadi panggung bagi wabah penyakit mematikan akibat infeksi virus Corona. Wabah yang berasal dari China dan kini telah diberi nama virus Covid-19 itu disebutkan semakin meluas dan intens persebarannya di seluruh benua pada akhir pekan ini, Jumat (28/2/2019).

Kepanikan akhirnya semakin kukuh dalam menutup sesi perdagangan pekan ini dengan gerak turun indeks di seluruh bursa saham dunia yang terjadi dalam rentang sangat tajam. Setelah indeks Wall Street di sesi perdagangan Kamis  sebelumnya tersungkur hingga  hampir 5%, sesi perdagangan saham di Asia akhirnya turut terhempas tak kalah tajam.

Laporan terkini dari persebaran wabah virus Covid-19 menunjukkan, pihak badan kesehatan dunia di bawah PBB, WHO yang mengingatkan bahwa tak satu pun negara yang aman dari ancaman serangan wabah mematikan tersebut.

Laporan dari persebaran wabah tersebut memperlihatkan, sejumlah negara baru yang melaporkan kasus pertama infeksi virus Covid-19. Otoritas Selandia Baru menyatakan telah mendeteksi satu kasus infeksi virus Corona tersebut dari  seorang yang baru terbang dari Iran.

Sementara pemerintah Iran  sebelumnya juga mengumumkan sejumlah kasus infeksi Coronavirus yang bahkan menjangkiti sejumlah pejabat tinggi pentingnya.  Empat negara bartu  dilaporkan mendeteksi kasus pertama infeksi, yaitu:  Nigeria, Belarusia, Selandia Baru serta Lithuania.

Sedangkan angka kasus infeksi serta jumlah korban tewas akibat Coronavirus disebutkan masih terus membubung dengan kini Korea Selatan mencatatkan 2.022 kasus infeksi. Jumlah korban tewas di seluruh dunia akibat Coronavirus kini bahkan telah melampaui 2.800 jiwa. Laporan juga menyebutkan, jumlah kasus infeksi yang kembali bertambah di Benua Eropa, seperti: Jerman, Perancis, serta Spanyol.

Serangkaian laporan tersebut seakan semakin melengkapi laporan buruk dari Amerika Serikat, di mana otoritas negeri Paman Sam itu telah mendeteksi satu kasus infeksi Coronavirus namun gagal mendapatkan asal atau pun sumber dari infeksi tersebut.

Pandemi wabah virus  Covid-19 akhirnya kini menjadi kekhawatiran besar pelaku pasar  untuk kemudian mengambil langkah antisipastif dengan menggelar aksi jual panik.

Aksi jual panik akhirnya semakin kukuh dengan    Investor mulai  mencemaskan bahwa Coronavirus segera menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi kinerja perekonomian dunia.

Tekanan jual yang sangat deras tersebut kemudian menggulingkan indeks dalam rentang tragis di seluruh dunia. Hingga sesi perdagangan sore ditutup,  Bursa saham Indonesia tercatat yang paling parah terpukul, dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) terhajar  koreksi 1,49% untuk menutup sesi di 5.452,7 setelah sempat ambruk hingga lebih dari 4%.

Gerak turun tajam juga mendera bursa saham Korea Selatan, dengan 9ndeks KOSPI anjlok 3,3% untuk berakhir di 1.987,01. Sementara bursa saham Hong Kong turut teseret merah dengan indeks Hang Seng ambles 2,42% untuk terhenti di 26.129,93, dan pada bursa saham Jepang, indeks Nikkei terhempas 3,67% untuk menetap di 21.142,96.

Sedangkan pada  bursa saham Australia, indeks ASX 200 terpangkas curam 3,25% untuk menetap di 6.441,2.

Keruntuhan tajam IHSG di Jakarta kali ini,  juga terlihat sangat meyakinkan dengan runtuhnya hampir seluruh saham unggulan yang selama ini menjadi buruan investor.  Saham-saham pilihan yang memiliki kinerja pertumbuhan paling mengesankan dan  tergabung dalam IDXG30  tercatat ambruk tak tertahankan.

Posisi IDXG30 hingga sesi perdagangan berakhir tercatat di kisaran 126,54 setelah terjungkal 1,37%.  Sementara nyaris seluruh saham-saham  unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan, gerak koreksi sangat tajam juga terlihat, seperti:   BMRI, ASII, BBNI, PGAS, UNVR, HMSP, UNTR, ICBP, PTBA, ANTM, INDF, ADRO, GGRM, serta SMGR.

Kinerja suram juga tercatat mendera pasar valuta, dengan nilai tukar mata uang Rupiah yang kembali terhempas tajam.  Rupiah tercatat bergerak konsisten di zona pelemahan tajam  secara konsisten di sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Hingga sesi perdagangan sore berlangsung, Rupiah di pasar spot tercatat ditransaksikan di kisaran Rp14.317 per Dolar AS setelah terhajar koreksi curam 2,09%.  Investor di  pasar uang global terlihat dengan cepat mengambil langkah perburuan terhadap mata uang safe haven assets, yang di dalamnya termasuk Dolar AS dan Yen Jepang, seiring dengan sikap panik pada wabah Coronavirus yang semakin meluas dan mengancam ganas.

Melonjaknya mata uang Dolar AS dan Yen Jepang akhirnya dengan mudah membalikkan Rupiah untuk terdampar di zona muram. []   

Top