Ditegaskan, Pegawai KPK Mundur Bukan Terkait ASN dan Pimpinan Baru

Ditegaskan, Pegawai KPK Mundur Bukan Terkait ASN dan Pimpinan Baru
Ilustrasi/Net

KATTA - Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan bahwa pengunduran diri 12 pegawai di lembaga anti rasuah tidak terkait dengan perubahan status mereka menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pegawai KPK yang mengundurkan diri itu tidak ada kaitan dengan pengangkatan ASN. Waktu saya deputi (penindakan KPK), tiga orang yang mengundurkan diri. Satu karena nikah, dua karena bekerja di instansi lain, tiga karena mendapat pekerjaan lain. Sama dengan 12 (orang pegawai KPK) ini, jadi itu tidak ada kaitan dengan ASN," kata Firli di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Diketahui bahwa UU No 19 tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK mengatur KPK adalah lembaga dalam rumpun eksekutif sehingga seluruh pegawai KPK adalah ASN.

Pasal 24 berbunyi ayat (2) Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan anggota korps Profesi Pegawai ASN Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Pasal 69B ayat (1) berbunyi Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, penyelidik atau penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang belum berstatus sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak UU berlaku dapat diangkat sebagai Pegawai ASN sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Firli juga membantah 12 orang pegawai yang mengundurkan diri terkait dengan pimpinan baru KPK, terutama dirinya yang ditetapkan menjadi ketua KPK.

"Tidak kaitannya dengan pimpinan baru, dari dulu kita bersatu kok. Siapa yang mengatakan berpisah? Tidak ada kok," tutur Firli.

Firli juga membantah ia punya relasi tidak baik dengan para pegawai.

"Yang membeku cairkan siapa? Anda yang beku? Saya nggak pernah beku, Kalau kita tidak memiliki integritas, kita tidak akan lulus tes, OK," demikian kata Firli.[]

Top