Mulai Saat Ini KPK Awasi Penuntasan Kasus Tewasnya Mahasiswa Halu Oleo

Mulai Saat Ini KPK Awasi Penuntasan Kasus Tewasnya Mahasiswa Halu Oleo
Saut Situmorang/net

KATTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk ikut mengawasi penyidikan kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi dan Yusuf Kardawi dalam aksi demonstrasi penolakan revisi UU KPK.

Hal ini diputuskan usai para komisioner bertemu dengan keluarga almarhum.

"Kami dari pimpinan sudah menyimpulkan akan mengikuti kasus ini, perkembangan kasus ini agar segera seperti yang dituntut oleh bapak dan ibu dari almarhum Yusuf dan Randi," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di Gedung KPK, Jakarta,  Kamis (12/12/2019).

Saut mengakui memang bentuk pengawasan ini tidak serta merta dapat dilakukan KPK, mengingat kasus ini bukan tindak pidana korupsi. Namun demikian Saut mengatakan, terdapat beban moril dimana tewasnya kedua mahasiswa ini akibat membela KPK. 

"Bukan kompetensi kita, karena diluar isu tindak pidana korupsi. Tetapi ada beban moral yang besar yang harus di jaga oleh KPK untuk kemudian mengawal kasus ini untuk ditemukan siapa pelakunya," kata Saut.

Terpisah, ayah dari almarhum Randi mengatakan, kedatangannya ke KPK sengaja dilakukan agar KPK bisa mendorong penegak hukum untuk mengungkap kasus kematian anaknya.

"Harapan saya, semoga pelaku penembak anak saya semoga dipecat dan dihukum seberat-beratnya. Itu juga belum sebanding dengan nyawa anak saya," kata La Sali.

Hal serupa diungkap Endang Yulidah, ibu dari almarhum Yusuf. Endang mengaku kedatangannya ke KPK untuk mencari dukungan agar kasus kematian anaknya terang. Sudah dua bulan lebih sejak 29 September 2019, pelaku pembunuhan anaknya belum terungkap.

"Selama dua bulan ini, kami belum dapat progres apapun dari kasus anak kami, Yusuf. Mungin kedatangan kami di sini sebagai penyambung lidah kami agar suara hati kami bisa lebih didengar pada petinggi negara ini," kata Endang. []

Top