Trump's Dark Plot

Trump's Dark Plot
Donald Trump/Net
ACCORDING to Trump's evangelist fanatic, The Second Coming of Jesus ditandai Perang di Jerusalem. "Gog" penguasa "Magong" joint force dengan Persia & Arab nations attack Israel. Sumber doktrin adalah Ezekiel’s prophecy.

"Magong" is a place in the far north. Evangelist menyakini Magong adalah Russia. Iran adalah modern-day Persia. Klop..!!

President Trump-King of Israel-tolak ngaku kalah. Ngga mau turun tahta. Dia ingin terus berkuasa. Tiga taktik; baseless voter fraud claims, turunkan massa aksi, dan War on Iran.

US court males intervensi election result. No evidence of stolen election. Gugatan ditolak. Lalu massive aksi massa diturunkan. Motorcade. Long March ke Washington DC. Organisasi white trash seperti "Proud Boy" turun. Alhasil Pro Trump digebukin Antifa di beberapa zona.

Taktik terakhir ya attack Iran. Ciptakan emergency situation. Targetnya supaya Trump menjadi “wartime president”. Stature ini memungkinkan dia avoid diusir keluar White House.

Dua unit MQ-9 Reaper drones membantai Jenderal Qasem Soleimani. Waktunya bersamaan dengan proses impeachment Trump. The strike berfungsi sebagai distraksi. N Sukses.

Kepada Fox & Friends, President Trump mengatakan dia ingin membunuh Presiden Syria Bashar al-Assad. Rencana ditolak Jenderal James Mattis the secretary of defense.

Washington Post merilis detail omongan President Trump ke James Mattis. The quote as Trump is saying; “Let’s fucking kill him! Let’s go in. Let’s kill the fucking lot of them.”

Secretary of state Mike Pompeo sudah keliling dan minta dukungan Eropa, Bilderberg & China menyerang Iran.

Persiapan nyerang Iran; President Trump abruptly pecat Secretary of Defense Mark Esper dan replace him dengan hawkish yes-man Christopher Miller.

Mark Esper menolak ide menurunkan militer meredam aksi massa Anti Trump. Dia juga oppose agenda "war with Iran". Dia menganulir rencana President Trump membombardir Iran’s cultural centers.

"Pentagon had no such bombing plans," kata Mark Esper.

Saudi Arabia dan Israel kuatir Joe Biden\'s administration akan menerapkan Obama-like detente dengan Iran. Kedua musuh Iran support Trump\'s shadow plot. Israel terbuka menyatakan Biden\'s victory artinya "War with Iran".

Israel menggelar tactics high-pressure "kinetic" operation. "Maximum pressure, minimal strategy" kata EU intelligence official.

European Union intelligence dan The New York Times menyebut Israel rilis operasi rahasia ngebom fasilitas nuklir Iran (Natanz) dan port city Bushehr.

Israel bisa melancarkan "false flag" operations dengan menyerang pasukan Amerika yang ada di perbatasan Iran. Serangan itu akan memaksa Amerika membalas-dendam dengan menghancurkan Iran’s nuclear facilities.

Speaker Nancy Pelosi mengenduz Trump\'s dark plot saat Mark Esper disingkirkan dan diganti bukan oleh Esper\'s deputy as a norm.

The new Secretary of Defense Christopher Miller adalah Kepala National Counterterrorism Office dan Ex Pentagon’s “special operations” program.[]

Top