Dua Pejabat Kementerian Agama Dipanggil PTUN Soal Buku Nikah FS

Dua Pejabat Kementerian Agama Dipanggil PTUN Soal Buku Nikah FS
Pengacara IL, Razman Arif Nasution usai sidang PTUN Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/11/2020).

KATTA- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung kembali melanjutkan persidangan terkait keabsahan buku nikah antara FS dengan IE, Kamis (19/11/2020).

Kali ini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mundu Kabupaten Cirebon, Munir dan Kasubag Hukum Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat Haidar Yamin Mustafa yang hadir.

Pemanggilan Kepala KUA Mundu di dasari laporan IL yang merupakan istri sah IE. Gugatan PTUN sebab, FS mengugat cerai IE dengan dasar buku nikah diduga asli tapi palsu (ASPAL).

Sidang tertutup yang berlangsung sekitar 60 menit ini, hakim meminta keterangan kepada pengacara Kepala KUA Mundu, atas terbitnya akte dan buku nikah pada tahun 2003 lalu.

Pengacara IL, Razman Arif Nasution mengatakan saat di persidangan hakim meminta materi, penentuan saksi, jadwal persidangan, kemudian pemeriksaan fakta otentik.

"Karena yang diperiksa ini rumit. Sampai hakimnya pun terbengong-bengong, ketika saya membuka semua data. Coba anda fikir ya. Gugatan Fifi Sofiah di Pengadilan Agama Sumber Cirebon, itu disebut duplikat. Kalau duplikat dan akte, itu artinya harus sama. Sama dalam pengertian, kalau bukunya oke lah, tapi redaksi serta tulisan mestinya sama dong," kata Razman.

Razman melanjutkan dalam duplikat, IE menikah dengan FS atau sering di sapa Bunda Isun, berlangsung pada pukul 11.00 WIB. Sementara di buku akta nikah pukul 08.00 WIB.

Kemudian, saat di cocokan dengan data file dokumen original ternyata berbeda juga.

"Tadi dibuka file originalnya, ternyata di situ pun berbeda. Jadi di situ tertulis Fifi Sofiyyah. Ada doble Y di situ. Sementara, yang kita punya, Fifi Sofiah saja. Lalu, Ifan Efendinya juga di situ juga tidak ada doble F," ungkapnya.

Saat persidangan, ditemukan juga kejanggalan lainnya, seperti tempat lahir. Di buku nikah yang asli disebut Fifi lahir di daerah Cirebon Jawa Barat. Sementara, di buku nikah duplikat tempat lahir tercantum daerah Cilacap Jawa Tengah.

"Kita pegang asli dengan duplikat yang mereka punya itu beda. Duplikat, Fifi lahir di Cilacap. Tapi buku induk lahirnya di Cirebon, jadi yang benar di mana," tuturnya.

Di saat bersamaan Kasubag Hukum Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Haidar Yamin Mustafa menjelaskan saat di persidangan, pihaknya diminta oleh majelis hakim, untuk menghadirkan akta nikah dan sudah menunjukkan secara fisik.

"Jadi tadi tuh, yang pertama kami dimintai oleh majelis untuk menghadirkan akta nikah dan kami sudah menunjukkan secara fisik. Kemudian dilanjutkan dengan finalisasi gugatan, tadi juga sudah selesai gugatan secara tertulisnya. Sekarang kami tinggal menunggu fisik gugatan. Kami punya waktu satu sampai dua minggu untuk menyusun atau membuat jawabannya," ujarnya.

Menurut Haidar, terkait buku nikah, pihaknya belum masuk konteksnya, karena yang memegang KUA Mundu, sehingga harus diuji lebih jauh lagi.

"Saya belum masuk konteksnya. Karena yang dipegang KUA adalah aktanya. Sehingga kebenaran buku itu harus diuji lebih jauh. Cuman sekarang saya belum memegang buku nikah yang dimaksud itu. Kalaupun itu sudah ada, itu bisa kita sandingkan dengan nomor porporasi buku nikah yang ada data basenya di KUA," ucapnya.

Apabila nanti buku nikah yang dikeluarkan KUA Mundu, terbukti tidak sah, maka proses sidang perceraian di Pengadilan Agama (PA) Sumber batal demi hukum.

Maka istri sah IE akan mengambil semua aset seperti lahan dan bangunan yang berlokasi di daerah Cideng, seluas 3000 meter persegi.[rls]

Top