Uang Palsu Diproduksi di Kuningan, Polres Cimahi: Beredar Rp24 Miliar

Uang Palsu Diproduksi di Kuningan, Polres Cimahi: Beredar Rp24 Miliar
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris MY Marzuki memperlihatkan barang bukti uang palsu yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Cimahi/IST

KATTA - Kasus peredaran uang palsu pecahan seratus ribu rupiah yang diungkap Satreskrim Polres Cimahi, rupanya uang palsunya diproduksi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kepala Polres Cimahi AKBP M Yoris MY Marzuki mengatakan dua dari enam orang yang ditangkap terkait kasus uang palsu merupakan warga Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, NH (47), dan DM (31).

"NH berperan sebagai penjual dan sebagai pembuat uang palsu sudah 2 tahun dan DM sebagai pemotong uang palsu sudah 2 bulan," ujarnya, dalam rilisnya, Senin (12/10/2020).

Dua tersangka ini menggunakan dua gudang. Masing-masing gudang digunakan sebagai tempat produksi dan penyimpanan uang palsu.

Gudang untuk produksi uang palsu, lanjut mantan Kapolres Indramayu, tersebut disamarkan tersangka sebagai tempat sablon.

"Para tersangka sudah produksi uang palsu selama dua tahun. Setiap bulan jumlah produksinya 1 miliar rupiah, sehingga perkiraan total uang palsu yang sudah diproduksi dan beredar kurang lebih Rp24 miliar," ujarnya.

Komplotan ini, kata dia mematok harga satu banding tiga, atau dengan uang asli sebesar Rp200.000 maka uang palsu yang diperoleh sebesar Rp600.000.

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung tersebut menambahkan dari pengungkapan ini, polisi menyita uang palsu senilai Rp2 miliar lebih.

Selain mengamankan, NH dan DM, juga empat tersangka lainnya yang berperan sebagai pengedar, SR (52), WR (48), MM (48) dan PN (44).

Para tersangka dijerat Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 UU RI No 07 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau Pasal 244 dan atau 245 jo 55 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman seumur hidup dan denda 100 miliar rupiah.[]

Top