Polres Cimahi Tangkap 6 Tersangka Pengedar dan Pembuat Uang Palsu

Polres Cimahi Tangkap 6 Tersangka Pengedar dan Pembuat Uang Palsu
Kepala Polres Cimahi AKBP M Yoris MY Marzuki saat memperlihatkan barang bukti uang palsu/IST

KATTA - Satreskrim Polres Cimahi Polda Jawa Barat menangkap enam pengedar dan pembuat uang palsu pecahan seratus ribu rupiah di beberapa tempat di Jawa Barat.

Adalah, SR (52), warga Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, WR (48) warga Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, MM (48), warga Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, PN (44) warga Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, NH (47), warga Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, dan DM (31), warga Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, para pelakunya.

Kepala Polres Cimahi AKBP M Yoris MY Marzuki, SIK mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi adanya orang yang mengedarkan uang palsu di wilayah hukum Polres Cimahi.

Dari informasi tersebut, kata mantan Kapolres Indramayu ini, Sat Reskrim dipimpin Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro melakukan penyelidikan di daerah Kota Baru Parahyangan, Padalarang.

Kemudian untuk mengungkap kasus uang palsu ini, polisi berpura-pura sebagai pembeli. Selanjutnya melakukan pembuntutan terhadap 2 orang yang jual uang palsu tersebut.

Sampailah yang bersangkutan masuk ke salah satu hotel di daerah Antapani, Kota Bandung. Saat masuk ke hotel, Satreskrim langsung melakukan penggerebekan.

Saat dilakukan penangkapan, polisi mendapatkan barang bukti uang palsu sebanyak Rp60 juta.

Satreskrim langsung melakukan pengejaran lagi, dengan cara memancing dua orang tersangka yang juga menjual uang palsu ini.

Kedua orang tersebut di atasnya dua orang yang ditangkap di hotel. Lalu janjian bertemu di rest area tol KM 57 arah Jakarta. Di rest area menangkap dua penjual uang palsu yang lain.

Dari mereka, polisi pun mendapatkan uang tunai Rp18 juta sebagai barang bukti. "Dari sana, tim bergerak ke tempat pembuatan. Kami melakukan penangkapan dua orang di daerah Kabupaten Kuningan," ujarnya, dalam rilisnya, Senin (12/10/2020).

Para tersangka dijerat Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 UU RI No 07 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau Pasal 244 dan atau 245 jo 55 56 KUHPidana dengan ancaman seumur hidup dan denda 100 miliar rupiah.[]

Top