Perangkat Desa Agen Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Perangkat Desa Agen Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Anggota DPD/MPR RI, Dr Abdul Kholik, menyerahkan cinderamata Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pendopo Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap/Ist.

KATTA – Perangkat desa atau biasa disebut sebagai pamong desa adalah agen dan ‘penyambung lidah’ nilai-nilai kebangsaan serta kenegaraan bagi masyarakat, karena mereka dekat dengan warganya.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPD RI/MPR-RI Dr Abdul Kholik saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri perangkat desa, pengelola BUMDES, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap.

 “Mereka memiliki tupoksi pelayanan sekaligus pembinaan sehingga sering hadir di forum-forum warga,” kata Kholik pada KATTA, di Cilacap, Selasa (29/9).

Kegiatan ini digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Cipari yang merupakan ruang terbuka, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari jaga jarak, penggunaan masker dan tempat cuci tangan disediakan secara lengkap, mengingat kegiatan ini masih dalam era pandemi COVID-19.

Dalam pemaparannya, Senator dari Jawa Tengah ini menegaskan bahwa inti dari empat pilar mencakup pemasyarakatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, pemahaman konstitusi UUD NRI Tahun 1945, prinsip-prinsip kehidupan keberagaman dalam semangat bhineka tunggal ika, dan bentuk negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masyarakat di desa adalah layaknya cermin pengamalan sila-sila Pancasila. Masyarakat desa juga penuh dengan religiusitas yang merupakan amalan sehari hari sesuai sila pertama Pancasila. Amalan dan beragam ibadah yang menjiwai setiap aktifitas warga menjadi landasan bagi tumbuhnya nilai-nilai kebersamaan dan saling tolong menolong, menjaga keseimbangan dan keharmonisan antar sesama warga desa,” jelas Wakil Ketua Komisi I DPD RI ini.

Namun demikian, Kholik yang merupakan putra asli Cipari, menekankan semua itu harus terus dikembangkan dan diperkuat agar masyarakat desa semakin kuat dan sejahtera.

“Disinilah peran penting segenap jajaran perangkat desa dalam berkontribusi bagi pengamalan dan pemasyarakatan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Lebih lanjut menurut Kholik, dalam hal pemahaman konstitusi, perlu ditekankan untuk memahami dan membangun budaya taat hukum yang menjadi ruh dari kehidupan negara hukum sebagaimana ditegaskan dalam UUD NRI Tahun 1945, khususnya Pasal 1 ayat (3). Hanya saja dalam implementasinya prinsip negara ketaatan dan penghormatan pada hukum harus menyentuh aspek kehidupan sehari-hari.

Beberapa yang dapat dijadikan penekanan misalnya kata Kholik adalah ketaatan pada aturan untuk membangun desa yang bersih, dengan taat pada peraturan perundangan yang mengatur tata kelola sampah.

“Budaya membuang sampah sembarangan harus dihilangkan, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan bersih. Hal lain adalah ketattan pada hukum berkaitan dengan berlalu lintas di jalan raya. Warga harus terus diingatkan agar tertib dan menjaga keamanan dan keselamatan dalam berkendara,” tandasnya

“Apalagi untuk konteks Jawa Tengah, termasuk di wilayah Kecamatan Cipari angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Keselamatan warga harus dijaga dan dihindari jatuhnya korban jiwa akibat laka lantas,” lanjutnya.

Dalam hal menjaga semangat keberagaman warga desa, bagi Kholik, sudah sangat terbiasa sehingga menurutnya tidak perlu lagi diragukan. Demikian pula untuk menegakkan NKRI sudah menjadi komitmen bersama. Pameo desa kuat, maka negara akan kuat benar adanya. Karena itu kebijakan pemberdayaan desa melalui pengalokasian Dana Desa harus dikelola secara optimal agar pada akhirnya mensejahterakan warga.

“Apabila warga sejahtera maka negara pastilah akan mengarah pada kejayaan dan kemakmuran,” pungkasnya.

Top