Krisis Political Capitalism

Krisis Political Capitalism
Ilustrasi/Net

DISANYILR Surya Gondrong. Lelaki ceking. Dia orasi di atas mimbar bebas KAMI. "Saya siyap modyar, anj*ng...!! Siap modyar. Anj*ng-anj*ng Cina kita sikattt," teriaknya heroik.

Orasi racist. Bikin kezel. Gak peduli virus. Tetap ngumpul. Medsos marah. Ipong Hembing berencana melaporkan Surya Gondrong ke polisi.

Racism: The most dangerous 'pre-existing condition' kata Edna Bonhomme.

Ipong Hembing Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Dulu dia gugat Sri Bintang Pamungkas. Pasal hatespeech and rasisme. Orang dekat Tito Karnavian.

Belakangan dia menyarankan Jusuf Hamka untuk fokus urus masjid. Jangan campur klenteng. Ipong Hembing kaga perna bangun mushola. Jusuf Hamka sudah bangun beberapa Masjid Babah Alun.

Aktivis Lieus Sungkharisma intercepted Ipong Hembing's Maneuver. Dijelasin panjang x lebar. Harus maklum. Ada segelintir konglomerat etnis Tionghoa yang memang menciptakan kecemburuan sosial. Gaya mereka ga asyik. Ke atas; Menjilat. Ke bawah; menindaz.

Ada ketimpangan. Tionghoa dituduh menjajah pribumi. Kuasai ribuan hektar lahan. Tionghoa middle class beli tanah & bangun rumah. Bukannya ngerampas. Konglomerasi Tionghoa dikasi lisensi HGB oleh negara.

Social constraint. Gap kaya-miskin. Product of capitalism. Many see the symptom. Few see the cause.

"The popular element "feels" but does not always know or understand; the intellectual element "knows" but does not always understand and feel," kata Antonio Gramsci.

Main gampang; Hetze Anti Tionghoa. Class struggle berubah jadi rasisme. Perjuangan KAMI. Percuma ada Lieus Sungkharisma & Akuet.

Political-capitalism sumber ketimpangan. Kongkalikong orang kaya dan apartus negara. "Business and money know no boundaries," kata Manmohan Singh. Greedy is the currency.

Kolaborasi taipan-penguasa fenomena political-capitalism. Contohnya; kerjasama pemanfaatan aset tanah milik Pemprov Jakarta dengan PT Duta Pertiwi, anak perusahaan Sinarmas Group yang dipegang Muchtar Wijaya. Perjanjian Kerja Sama diikat tahun 1984. Semasa Gubernur Soeprapto berkuasa.

TPU seluas 70,88 hektare di Mangga Dua, Jelambar dan area TPU Sanjaya diberikan kepada Duta Pertiwi dengan HGB dan HPL selama 20 tahun.

"Berita Acara Serah Terima (BAST) No. 4918/1992 Tanggal 7 Agustus 1992 DKI telah menerima tanah makam penganti. Tetapi kondisinya  sampai sekarang diduga kuat masih berupa rawa atau empang," kata Aktifis Sugianto alias SGY.

Laporan Hasil Pemeriksaan BPK merekomendasikan Kepala BPKAD minta pertanggung-jawaban PT Duta Pertiwi. Supaya menyerahkan tanah siap pakai sebagai pengganti rawa-rawa seluas 65,9 hektare di Pegadungan itu.

Aneh Pemda Jakarta diam dari tahun 1984. Pengembang ekstraksi profit. TPU ditransformasi jadi Shopping centre & perumahan middle class. Rawa-rawa tak terpakai. Sampai ada kabar Jakarta defisit kuburan Covid-19.

Political-capitalism ngga bisa dihancurkan dengan biopolitics; The Markers of Insanity.

James Thomas & Sander Gilman menyebut rasisme sebagai psychopathological. The “SICK” racist. Ngga mungkin bangsa ini sejahtera di tangan begundal racist. Mereka mempertahankan krisis status quo.

Seperti kata Antonio Gramsci, "The crisis consists precisely in the fact that the old is dying and the new cannot be born".[]

Top