BI Cirebon Gelar Gernas BBI Agar Produk UMKM Dicintai Masyarakat

BI Cirebon Gelar Gernas BBI Agar Produk UMKM Dicintai Masyarakat
KPw BI Cirebon melaksanakan kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Pasar Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon/IST

KATTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Pasar Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (15/09/2020).

Kepala KPw BI Cirebon, Bakti Artanta menyampaikan tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya perluasan akseptasi QRIS berbasis komunitas khususnya di Pasar Seni, dalam hal ini, di Cirebon adalah Pasar Batik.

Selain itu, kata dia mendorong penggunaan QRIS melalui e-commerce.

"Kegiatan Gernas BBI ini dituangkan dalam webinar Sosialisasi QRIS dan dan Transformasi Bisnis UMKM di Era Revolusi Industri 4.0," ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung atas sinergi bersama perbankan, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), Pemerintah serta otoritas terkait.

"Dalam rangka percepatan digitalisasi antara lain melalui dukungan digitalisasi UMKM, mengingat pemberdayaan sektor riil dan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial," ujarnya.

UMKM, menurutnya sebagai kekuatan baru perekonomian perlu beradaptasi dengan perubahan yang cepat akibat penetrasi inovasi berupa teknologi digital.

"Keberadaan inovasi teknologi digital diharapkan akan mendukung perkembangan UMKM termasuk sektor industri kreatif yang optimal menuju terwujudnya kemandirian dan daya saing di era globalisasi," ujarnya.

Sosialisasi QRIS, lanjut dia terus dilakukan kepada UMKM dan masyarakat guna menggaungkan manfaatnya, di antaranya efisiensi dan efektivitas layanan pembayaran non tunai di sektor retail yang inklusif khususnya segmen mikro, mengakselerasi berbagai program terkait keuangan inklusif dan nontunai serta mendorong kolaborasi di ekosistem pembayaran.

Harapannya, dengan kegiatan ini masyarakat Indonesia secara umum, Cirebon secara khusus dapat lebih mencintai dan menggunakan karya anak bangsa.

"Yang utamanya produk UMKM lokal termasuk sektor industri kreatif, serta pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digitalisasi," pungkasnya.[]

Top