Pandemi Covid-19, Petani Jamur Tiram Malah Banjir Pesanan

Pandemi Covid-19, Petani Jamur Tiram Malah Banjir Pesanan
Foto/Ist

KATTA - Di saat yang lain jatuh terperosok karena Pandemi Covid-19, bisnis ini justru makin melebarkan sayapnya. Ya, budidaya jamur tiram.

Adalah Guntur Irawan Putra, petani jamur di kawasan Gadog Bogor Jawa Barat yang mengalami peningkatan pesanan di tengah pandemi. Ia adalah pemilik budidaya jamur Guntur Sumber Mushroom (GSM).

Bisnis yang didirikan sejak 2015 ini adalah inisiatif Guntur sendiri. Ia melihat peluang usaha budidaya jamur yang sangat menjanjikan.

"Hingga saat ini kami sudah berhasil mensuplai hasil panen jamur ini hingga ke wilayah Jabodetabek dan Tangerang Selatan. Bahkan lebih dari 8 tonase perharinya," kata Guntur.

Dia katakan bahwa daging jamur mengandung banyak protein yang hampir sama dengan hewan, namun lebih sehat untuk dikonsumsi. Dibanding dengan protein dalam telur, jamur khususnya jamur merang memiliki semua kandungan asam amino essensial yang terdapat di dalam telur. Bahkan untuk kandungan lysine dan histidinennya lebih tinggi daripada telur. Hal inilah yang membuat prospek bisnis jamur amat menggiurkan. Di samping itu, peluangnya masih sangat terbuka lebar.

Melihat peluang yang sangat besar tersebut, GSM tak cuma fokus terhadap hasil panennya saja. Akan tetapi GSM pun banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti pelatihan-pelatihan budidaya jamur. Program tersebut pun disambut baik oleh banyak golongan, mulai dari masyarakat sekitar, mahasiswa serta pegawai negeri dan swasta.

"Kami berharap industri jamur terus bisa berkibar ke mancanegara," tutup Guntur.[]

Top