IHSG Drop Karena Anies Berlakukan PSBB

RR: Bung Airlangga, Jangan Suudzon dan Berpikiran Cetek

RR: Bung Airlangga, Jangan Suudzon dan Berpikiran Cetek
rizal ramli/Net

KATTA - Ekonom senior Rizal Ramli menyebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah berprasangka buruk dan berpikiran cetek lantaran menyebut kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 5% pada Kamis kemarin disebabkan oleh kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Bung Airlangga jangan suudzon dan cetek. Jangan asal kaitkan PSBB dengan jatuhnya bursa," kata RR, demikian Rizal Ramli disapa.

RR menyatakan IHSG drop bukan karena kebijakan PSBB oleh Anies yang mulai berlaku Senin pekan depan. Mantan anggota tim panel ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu pun mengingatkan Airlangga bahwa ada tiga faktor yang membuat IHSG drop.

Pertama, investor ragu dengan arah pasar saham setelah bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, yang pada akhir pekan lalu juga terkoreksi cukup dalam. Kedua, aksi jual bersih oleh investor asing. Aliran hot money secara harian sempat sentuh hampir Rp 1 triliun dan jika ditarik data satu tahun terakhir, aksi jual asing di pasar saham mencapai Rp 45.7 triliun.

Menurut mantan anggota panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu, derasnya dana asing yang keluar bursa antara lain dipicu oleh isu pembentukan dewan moneter ancam independensi Bank Indonesia.

"Ketiga, dana buyback saham sudah mulai habis," jelas Rizal Ramli.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara merespons kejatuhan pasar saham domestik pada Kamis kemarin. Kejatuhan IHSG lebih dari 5% menurutnya disebabkan oleh kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin 14 September 2020.

"Beberapa hal yang kita lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5000," ungkap Airlangga dalam Rakornas Kadin.

IHSG pada perdagangan sesi pertama Kamis kemarin terpaksa terkapar di zona merah setelah ambles 4,88% ke level 4.898,11 setelah sebelumnya perdagangan sempat dihentikan oleh bursa karena anjlok lebih dari 5%.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 421 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 6,5 triliun.

Airlangga mengingatkan, dalam mengambil kebijakan hendaknya jangan sampai mengganggu kepercayaan masyarakat.

"Kita harus melihat gas dan rem ini. Kalau digas atau rem mendadak itu tentu harus kita jaga confident public. Karena ekonomi tidak hanya fundamental, tapi juga sentimen, terutama untuk sektor capital market," demikian kata Airlangga.[]

Top