Krisis Sekarang Lebih Parah dari 98, RR: Pemerintah Lamban dan Tidak All Out

Krisis Sekarang Lebih Parah dari 98, RR: Pemerintah Lamban dan Tidak All Out
Rizal Ramli saat memaparkan ekonomi nasional di Jakarta awal tahun 2020/Ist

KATTA. Ekonom senior Rizal Ramli menilai pemerintah lamban mengantisipasi pandemi Corona atau Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 hanya 2,97% dan kuartal II 2020 minus 5,32%.

"Bahaya Pandemi terhadap perekonomian Indonesia sudah diwanti-wanti sejak bulan Januari, tapi Pemerintahan baru sadar pada pertengahan Maret 2020. Karena itu, gerakan pemerintah bisa termasuk lamban," kata Rizal dalam webinar bertema "Indonesia di Jurang Krisis Ekonomi" yang diselenggarakan Political and Public Policy Studies (P3S), Sabtu 22 Agustus 2020.

Meski begitu, RR demikian Rizal Ramli disapa, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 bukan satu-satunya penyebab krisis ekonomi Indonesia saat ini. Pandemi, menurutnya, hanya memperbesar terjadinya krisis. Sebab jauh sebelum adanya pandemik Corona, berbagai indikator makro ekonomi Indonesia sudah merosot baik dari neraca perdagangan, current account deficit, primary balance budget, dan sebagainya.

RR pun membandingkan kondisi krisis 1998 dengan sekarang yang menurutnya jauh lebih mengkhawatirkan.

"Kalau tahun 1998 ekspor masih hidup dan orang di luar Jawa masih ada aktifitas ekonomi yang hidup. Sekarang ekspor mati dan wilayah Jawa dan luar Jawa terkena dampak serius. Dampaknya merata," tutur mantan Menko Perekonomian era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu.

Kondisi tersebut semakin parah, menurut Rizal Ramli, terutama karena pemerintah tidak menggunakan instrumen kebijakan secara all out. Tidak ada revolusi anggaran untuk fokus menangani Covid-19, anggaran untuk masyarakat kurang mampu dan revolusi anggaran untuk membantu meningkatkan produksi pangan.

"Padahal kalau pemerintah fokus maka dapat memompa daya beli masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah lebih banyak masih dalam tahap perencanaan dan uji coba. Pandemi Covid-19 sudah berlangsung 6 bulan tapi kita masih lebih banyak coba-coba," demikian kata Rizal Ramli yang pernah menjadi anggota tim panel ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa.[]

Top