Ketegasan Jaksa Agung Dipuji, Jaksa Pinangki Terancam Diproses Pidana

Ketegasan Jaksa Agung Dipuji, Jaksa Pinangki Terancam Diproses Pidana
Pinangki Sirna Malasari saat bertemu Djoko Tjandra/Net

KATTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji memuji langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot jaksa Pinangki Sirna Malasari dari jabatan struktural sebagai Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Kejaksaan Agung.

Pencopotan Pinangki menyusul pertemuannya dengan narapidana kasus BLBI Djoko Soegiarto Tjandra di tempat persembunyiannya di Malaysia.

"Itu menunjukkan Jaksa Agung tidak akan kompromi dengan jaksa yang bermain api dengan kasus hukum dan pencopotan itu merupakan bentuk ketegasan Kejagung," ujar Indriyanto.

Ia mengatakan Pinangki memang pantas diberi sanksi berat. Sebagai jaksa ia semestinya mengeksekusi Djoko Tjandra yang merupakan buronan Kejaksaan tetapi malah memberikan bantuan.

"Ini akan memperberat dugaan pelanggaran dan sanksinya, karena apapun Pinangki adalah bagian dari lembaga eksekutor yang mengeksekusi seorang buron. Dia seharusnya tidak dalam posisi berkoalisi dengan buron," ungkapnya.

Terkait proses hukum apakah ada pelanggaran pidana atau tidak yang dilakukan Pinangki yang telah diperiksa oleh Jaksa Muda Pengawasan, Indriyanto menyerahkan sepenuhnya sekaligus percaya pada korps Adhyaksa untuk menindaklanjuti.

"Mengenai apakah ada tindakan dan proses hukum, didugaan pelanggaran obstruction of justice terhadap yang bersangkutan, kita tunggu Jamwas yang akan menilai hasil pemeriksaannya," tandas Indriyanto.

Hasil pemeriksaan Pinangki sendiri telah diserahkan ke Jampidsus di Gedung Bundar. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menyampaikan tim pengawasan telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Pinangki terkait pertemuan dengan Djoko Tjandra.

Hasil pemeriksaan menyebutkan adanya dugaan peristiwa pidana yang dilakukan Jaksa Pinangki dalam membantu pengajuan PK oleh Djoko Tjandra Tjandra ke PN Jakarta Selatan.

"Hasil inspeksi kasus yang dilakukan terhadap hasil klarifikasi adanya foto seorang Jaksa perempuan bersama dengan Anita Kolopaking dan seorang laki-laki yang diduga terpidana Joko Soegiarto Tjandra, ternyata telah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup keterlibatan Jaksa PSM dalam pengajuan PK oleh Terpidana Joko Soegiarto Tjandra yang diduga ada peristiwa pidana," papar Hari di Gedung Bundar, Jampidsus, Kejagung, Selasa 4 Agustus 2020.

Untuk diketahui Jaksa Pinangki selain dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari Jabatan Struktural sesuai  Surat Keputusan Wakil Jaksa Agung  Nomor : KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat,  terhadap kasus yang bersangkutan saat ini sedang dalam proses Telaahan guna menentukan sikap apakah akan dilakukan Penyelidikan atau tidak oleh Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung.

Di tempat yang sama Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febry Adriansyah membenarkan pihaknya telah menerima LHP inspeksi kasus atas nama terlapor  Jaksa Pinangki. Jampidsus kata dia telah menunjuk tim jaksa untuk melakukan telaah guna menentukan sikap apakah kasus Pinnagki dapat ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

"Jika ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana yang dilakukan oleh Jaksa PSM dalam proses permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh terpidana Djoko Tjandra guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan Penyidikan," tandas Febrie.[]

Top