Mantan Staf Ahli Panglima TNI: Dik Jokowi, Mundurlah

Mantan Staf Ahli Panglima TNI: Dik Jokowi, Mundurlah
Di foto bersama Mayjen Budi S Budiman ketiga dari kiri/Ist

KATTA - Mantan Staf Ahli Panglima TNI Mayjen TNI (Purn) Deddy S. Budiman menyampaikan saran kepada Presiden Jokowi jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75. Mayjen Deddy meminta Jokowi mundur dari RI-1.

"Dik Jokowi, sebagai orang militer tua, dari hati yang paling dalam, saya sarankan mundurlah," kata Deddy melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Selasa 4 Agustus 2020.

Mayjen Deddy meminta Jokowi mundur demi keselamatan bangsa dan negara. Menurutnya, mundur lebih terhormat bagi Jokowi ketimbang terjadi chaos sosial dan amuk massa akibat kondisi ekonomi yang terus memburuk dimana jutaan orang kena PHK dan menganggur.

Selain itu Mayjen Deddy menyatakan Jokowi tidak mampu mempersatukan bangsa dimana sampai sekarang masyarakat terbelah menjadi cebong dan kampret, berkembangnya paham komunisme, sekularisme dan kapitalisme yang bertentangan dengan konstitusi, Tap MPR dan undang-undang. Mayjen Deddy juga menyinggung soal kondisi terkini dimana rakyat tidak lagi berdaulat dalam politik dan ekonomi.

"Kedaulatan rakyat sudah berganti menjadi daulat oligarki parpol dan para taipan. Kedaulatan ekonomi tidak lagi di tangan rakyat tetapi di tangan asing dan aseng sehingga kebijakan rezim berpihak kepada mereka. Sementara rakyat dimiskinkan dengan pajak, kenaikan premi BPJS, harga BBM tetap mahal padahal harga minyak dunia turun," tuturnya.

Mayjen Deddy mengingatkan Jokowi bahwa pertumbuhan ekonomi sudah minus. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 bakal minus 4,8 persen. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi tim ekonomi Jokowi yang menyebut minus 4,3 persen.

Ia juga mengingatkan bahwa Jokowi gagal mengatasi pandemi Covid-19. Grafik masyarakat yang positif virus asal China itu tiap hari terus naik.

Mayjen Deddy berharap dengan mundurnya Jokowi akan hadir kepemimpinan nasional baru yang mampu memperbaiki multi krisis, yakni krisis ekonomi dan mengatasi Covid-19. Menurutnya, sangat mungkin pemimpin baru itu muncul dari masyarakat yang mempunyai track record dan integritas dalam berpihak kepada rakyat.

"Saya sebagai prajurit tua akan memuji dan mengapresiasi bila Jokowi mau mundur. Saya sampaikan doa semoga Bapak Jokowi dibukakan pintu hati untuk bisa mendalami perasaan rakyat dan derita masyarakat yang sekarang terhimpit masalah ekonomi yang parah. Semoga kedaulatan rakyat bisa lebih merdeka pada 75 tahun kemerdekaan," demikian kata Mayjen Deddy S Budiman.[]

Top