Setelah Djoko Tjandra, ISPI Yakin Polisi Bisa Tangkap Harun Masiku

Setelah Djoko Tjandra, ISPI Yakin Polisi Bisa Tangkap Harun Masiku
Ilustrasi/Net

KATTA - Direktur Utama Indonesian of Social Political Institute (ISPI) Deni Iskandar mengapresiasi langkah cepat tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap terpidana kasus pengalihan hak tagih atau Cassie Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra.

"Secara prinsipil, kami mengapresiasi kepolisian terutama Kapolri dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo yang sudah berhasil menangkap Djoko Tjandra," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu 1 Agustus 2020.

Namun demikian, ia meminta polisi segera menangkap tersangka kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Harun Masiku yang saat ini berstatus sebagai buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saat ini masih ada buronan yang sama seperti Djoko Tjandra dan itu harus masuk catatan kepolisian, yaitu Harun Masiku," kata Deni yang juga Koordinator Presidium Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI).

Bila melihat cara kerja kepolisian menangkap Djoko Tjandra, ia yakin korps baju coklat juga dapat menangkap Harun Masiku.

"Tentu bukan hal yang sulit menangkap Harun Masikhu dan itu sangat bisa dilakukan oleh kepolisian. Saya yakin itu. Saya yakin hari ini institusi Polri punya integritas, bekerja profesional dan sangat terpercaya," katanya.

"Kami mendukung dan meminta secara tegas kepada kepolisian agar segera menengkap Harun Masiku. Jangan sampai keberhasilan menangkap Djoko Tjandra menjadi euforia dalam penegakan hukum. Harun Masiku juga harus ditangkap dan diadili," tuturnya.

ISPI, ditegaskan Deni Iskandar, akan mengawal kasus Harun Masiku hingga perkara suap menyuap yang menyeret caleg PDIP itu disidangkan di pengadilan.

Salah satunya ISPI melayangkan surat laporan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI pada Kamis 29 Juli 2020 dengan terlapor Ketua Komisi III Herman Hery atas dugaan melindungi Harun Masiku dengan cara tidak memasukan agenda pembahasan kasus tersangka suap itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).[]

Top