Pilkada Pemalang 2020

Bakal Calon Wakil Bupati Perempuan Ini Berharap PPP dan PKB Tetap Bersatu

Bakal Calon Wakil Bupati Perempuan Ini Berharap PPP dan PKB Tetap Bersatu
Bakal Calon Wakil Bupati Pemalang, Sugiarti, saat bersilaturahiem dengan Habib Muhammad Lutfhi bin Yahya (Tokoh ulama besar Nahdlatul Ulama)/Ist.fb

KATTA - Meski  belum mendapatkan kepastian rekomendasi dari partai politik untuk diusung menjadi kandidat  Bakal Calon Wakil Bupati Pemalang pada Pilkada serentak 2020, srikandi dari wilayah Pemalang Selatan, Sugiarti, tetap optimis dan terus bergerak menjalin komunikasi, baik ke pimpinan partai-partai politik maupun ke tokoh-tokoh masyarakat lainnya, termasuk ke tokoh agama yang ada di Pemalang.

Ada pun peluang kepastiannya bakal diusung 'Koalisi Hijau' PPP, Partai Nasdem dan PKB, Sugiarti melalui orang dekat kepercayaannya, Teguh Aji Santoso, mengatakan akan mengikuti prosedur dan keputusan partai politik pengusung. Termasuk terkait keputusan PPP yang telah menerbitkan SPP (Surat Persetujuan Pendahuluan) yang bunyinya memberikan mandat kepada pasangan AMAN (Agung Mukti Wibowo - Mansur Hidayat) sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Ibu Sugiarti sudah mengikuti prosedur politik, terkait adanya SPP PPP sah-sah saja itu ranahnya partai, kita ikuti saja prosedurnya. Tapi politik itu dinamis, semuanya bisa berubah," kata Teguh Aji.

"Bu Sugiarti kader PPP, anggota Muslimat, dan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP). (SPP) itu rumah tangga partai," lanjutnya.

Menurut Ketua Umum Almapara (Alumni Menengah Pertama Randudongkal) ini, Sugiarti meskipun termasuk keluarganya golongan nasionalis, namun punya kepedulian keagamaan yang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan dirinya bersedia menjadi salah satu kader partai berbasis Islam (PPP). Selain itu, Sugiarti pun ingin partai berbasis Islam seperti PPP dan PKB bersatu dan berhasil memperjuangan suara Nahdlatul Ulama (NU).

"Kalau boleh digolongkan, bu Sugiarti masuk kelompok nasionalis, bukan agamis. Orangtuanya basic PDI Perjuangan, tapi dia ingin melihat PPP dan PKB berhasil bersama NU," tandasnya.

Selain itu, menurut Teguh Aji, Sugiarti juga mempunyai prinsip kemandirian dalam berpolitik dan seorang perempuan tangguh serta sebagai representatif gender (perwakilan perempuan) yang punya visi ke depan untuk membangun Pemalang.

"Kalau Bu Sugiarti menjalani politik dengan normal-normal saja, mandiri dan tidak ada unsur-unsur karena kedekatan pejabat. Kelebihannya juga adalah gender yang mempunyai visi ke depan untuk membangun Pemalang," ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Teguh, terkait dari Pilkada Pemalang ini Sugiarti akan menerima konsekuensi apa pun termasuk menerima realitas politik jika seandainya dalam proses akhir penentuan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dirinya tidak lolos atau terpilih sebagai kandidatnya.

Teguh pun menegaskan, Sugiarti siap memberikan kontribusi untuk memenangkan koalisi keumatan atau 'Koalisi Hijau' ini manakala PPP dan PKB mau bersatu. Karena yang diinginkan dari Sugiarti dan gerbong pendukungnya, hasil Pilkada Pemalang nanti membawa perubahan kepemimpinan baru.

"Sugiarti akan siap manakala PPP dan PKB bersatu, tidak ada istilah mundur. Yang jelas kami ingin ada perubahan. Tegal bisa, Pekalongan bisa, kenapa Pemalang tidak bisa?,"  pungkasnya.

Seperti diketahui, sampai saat ini komitmen membangun koalisi antara PPP, PKB, Partai Nasdem yang disebut sebagai 'Koalisi Hijau' keumatan belum menemukan titik temu terkait pasangan kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung.  Masing-masing partai, terutama PPP dan PKB masih ngotot dengan pilihan jagoannya dan antar pimpinan partai di tingkatan cabang seolah jalan sendiri-sendiri.

Sugiarti pun terang Teguh Aji, berharap PPP dan PKB bersama tokoh ulama untuk duduk bersama mencari titik temu dan segera menyepakati serta menentukan baik bakal calon Bupati mau pun Wakilnya yang akan diusung.

"Harapan kami dua petinggi partai duduk bersama dengan disaksikan para tokoh ulama mencari solusi terbaik untuk kepentingan  masyarakat Pemalang," pungkasnya.

Top