Kabar Duka, Ketum LDII Prof KH Abdullah Syam Meninggal

Kabar Duka, Ketum LDII Prof KH Abdullah Syam Meninggal
Prof KH Abdullah Syam/Net

KATTA - Kabar duka datang dari keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam atau Abdullah Syarief Mukhtar dikabarkan meninggal dunia. Ketua Umum DPP LDII itu meninggal pada usia 72 tahun di Rumah Sakit Veteran dr Suyoto.

"Beliau meninggal dunia pada pukul 03.30 pada Selasa, 14 Juli 2020," ujar dr Dani Pramudya, SpEM yang mendampingi Abdullah Syam hingga saat meninggal dunia.

Abdullah Syam telah dirawat di rumah sakit selama lima hari. dr Dani mengatakan pria kelahiran Bogor 22 Februari 1948 itu menderita komplikasi diabetes, hipertensi, dan jantung.

Karena kondisinya telah stabil, dokter yang merawat mengizinkan pulang. Namun sesampai di rumah kondisinya menurun kembali.

"Beliau kemudian dirawat di rumah sakit hingga meninggal dunia," ujar dr Dani.

Abdullah Syam empat periode memimpin LDII sejak dilantik pertama kali pada 1998. Sedianya, ia masih memiliki masa tugas sebagai ketum hingga 2021 nanti.

Dalam memimpin DPP LDII selama empat periode Abdullah Syam membawa perubahan dalam gerak organisasi, yang lebih inklusif dan lincah dalam membaca lingkungan strategis.

"Pada saat reformasi, Pak Abdullah Syam berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan menerbitkan Majalah Nuansa dengan izin resmi memakai SIUPP," ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo.

Selain menjadi birokrat dan peneliti di Kementerian Kehutanan, Abdullah Syam merupakan sosok yang aktif. Dia tak segan-segan menyambangi warga LDII di wilayah Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain itu, ia juga kerap menyambangi para pelajar atau warga LDII yang bekerja di luar negeri, untuk melihat secara langsung kegiatan pembinaan generasi muda.

Pada 2007, Abdullah Syam mempelopori gerakan "Paradigma Baru", dan mengarahkan organisasi dan warga LDII lebih dekat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lewat paradigma baru itu, hubungan LDII dengan MUI menjadi sangat dekat.

"Lima warga LDII menjadi pengurus MUI Pusat dan Pak Abdullah Syam juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan MUI," ujar Ketua DPP LDII, Chriswanto Santoso.

Pada 2012 lalu, Abdullah Syam bersama ormas Islam lainnya ditunjuk sebagai anggota Amirul Haj. Kedekatan LDII dan MUI terus berlanjut. LDII berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan MUI, seperti unjuk rasa menggolkan UU Antipornografi dan bersama-sama MUI menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Menurut Sekretaris Umum DPP LDII Dody T Wijaya, pada 2016, Abdullah Syam mengajak seluruh warga LDII menghormati para guru. Program itu diwujudkan dalam "Gerakan Ayo Menghormati Guru." Gerakan ini mengajak warga LDII dan seluruh bangsa Indonesia untuk menghormati para guru, baik guru dalam sekolah formal maupun nonformal seperti kyai, mubaligh-mubalighot, hingga orangtua.

"Gerakan ini selalu dikenang karena mengingatkan kembali fungsi sentral para guru dalam menentukan arah berbangsa dan bernegara," ujar Dody.
 
Kini, Abdullah Syam telah berpulang ke sisi Allah. DPP LDII menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk tenaga medis RS Veteran Suyoto yang sudah berupaya maksimal dalam menangani almarhum, sejak tiba di RS hingga akhir hayatnya.[]

Top