Kisruh PPDB, Bang Dai: Pemprov DKI Harus Cari Solusi Terbaik

Kisruh PPDB, Bang Dai: Pemprov DKI Harus Cari Solusi Terbaik
Prof Dailami Firdaus/Net

KATTA - Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan syarat usia tidak akan menimbulkan masalah dan memicu polemik jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedari awal mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul.

Begitu disampaikan  Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) DKI Jakarta Prof Dailami Firdaus melalui pesan elektronik kepada KATTA, Senin (29/6/2020).

Dikatakan Bang Dai, demikian Dailami Firdaus disapa, sistem tersebut merupakan turunan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 yang sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu. PPDB dengan mempertimbangkan usia sebagai syarat penerimaan, meski bukan yang utama, diterapkan oleh Pemprov DKI bukan hanya untuk jalur affirmasi tetapi juga di jalur Zonasi, jalur prestasi akademik dan luar DKI.

Namun, katanya, masalah muncul karena petunjuk teknik pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020/2021 berdasarkan syarat usia calon murid yang tertera dalam Keputusan  Kepala Dinas Pendidikan DKI Nomor 501 Tahun 2020 baru ditetapkan pada 11 Mei 2020.

"Ini jelas waktu yang sangat singkat untuk sosialisasi kepada masyarakat dan pasti tidak akan efektif sosialisasinya," kata Bang Dai.

Ditambah lagi, dibandingkan PPDB tahun-tahun sebelumnya, PPDB tahun ini diberikan kesempatan kepada siswa didik lulusan tahun 2018 dan tahun 2019 untuk ikut dalam seleksi. Aturan ini membuat banyak anak-anak yang frustasi karena harapannya untuk masuk negeri pupus dikarenakan usianya yang masih muda dan kalah bersaing. Bukan karena faktor nilai namun dikarenakan usia.

"Ini tentu berimbas kepada orang tuanya juga, apalagi di masa pandemik Covid-19 orang tua juga harus berkonsentrasi menata perekonomiannya tetapi harus terbagi konsentrasinya untuk memikirkan pendidikan anaknya," terang Bang Dai.

Atas berbagai persoalan yang muncul, protes meminta supaya PPDB dibatalkan dan diulang karena memunculkan ketidakadilan, Bang Dai mengimbau untuk segera dicarikan solusi terbaik. Solusi yang dapat diterima oleh semua tanpa mendahulukan kepentingan golongan tertentu.

"Karena sejatinya pendidikan adalah hak seluruh anak di negeri ini. Saya berharap seluruh pemangku kebijakan di Pemprov DKI Jakarta peka melihat situasi dan juga paham kondisi yang ada sekarang ini," demikian kata Prof Dailami Firdaus.[]

Top