KORUPSI JIWASRAYA

Maybank, MNC Hingga Sinarmas Asset Dijerat Pasal Pencucian Uang

Dijerat Pasal Pencucian Uang

Maybank, MNC Hingga Sinarmas Asset Dijerat Pasal Pencucian Uang
Ilustrasi/Net

KATTA - Kejaksaan Agung menetapkan 13 perusahaan managemen investasi sebagai tersangka pidana korporasi terkait dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Ketigabelas korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka adalah perusahaan managemen investasi yang diduga terlibat dalam proses jual beli saham PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Kamis (26/6/2020).

Perusahaan investasi yang ditetapkan sebagai tersangka yakni PT. Dhanawibawa Manajemen Investasi yang sekarang berubah nama menjadi PT. Pan Arcadia Capital, PT. OSO Manajemen Investasi, PT. Pinnacle Persada Investama, PT. Millenium Danatama Indonesia/PT. Millenium Capital Management, PT. Prospera Asset Management.

Kemudian PT. MNC Asset Management, PT. Maybank Asset Management, PT. GAP Capital, PT. Jasa Capital Asset Management, PT. Pool Advista Asset Management, PT. Corfina Capital, PT. Treasure Fund Investama Indonesia, dan PT. Sinarmas Asset Management.

Perusahaan-perusahaan yang ditetapkan tersangka terkait tokoh atau korporasi besar sehingga dikenal luas publik. Misalnya, PT OSO Manajemen Investasi, anak PT OSO Securities dengan kepemilikian saham 83 persen dan 17 persen sisanya tercatat atas nama Hamdriyanto lekat dengan nama Ketua Umum Partai Hanura yang juga mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.

Prospera Aset Manajemen merupakan milik Dana Pensiun Lembaga Katolik Yadapen dengan kepemilikan saham 89 persen sedangkan sisanya dimiliki perseorangan.

PT MNC Asset Management merupakan bagian dari MNC Group, milik Ketua Umum Perindo yang juga taipan Hary Tanoeseodibyo. Izin usaha sejak tahun 2000, MNC Asset Management memiliki 44 produk reksa dana dengan total NAB Rp4,25 triliun.

PT Maybank Asset Management diketahui merupakan perusahaan patungan Maybank Asset Management Sdn Bhd dan Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur. Izin usaha yang dimiliki sebagai manajemen investasi diperoleh sejak tahun 2002, memiliki 47 produk reksa dana dengan total NAB Rp6,24 triliun.

Lalu Sinarmas Asset Management tergabung dalam grup Sinar Mas yang merupakan perusahaan keuangan milik keluarga taipan Eka Tjipta Widjaja.

Hari Setiyono menyebut 13 perusahaan tersebut turut menyumbang keuangan negara sebesar Rp12,157 triliun dari total keseluruhan kerugian akibat korupsi di PT Jiwasraya yakni Rp16,81 triliun. Karenanya, 13 korporasi tersebut dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam kasus korupsi Jiwasraya, penyidik Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan enam tersangka, yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro.

Selain itu juga mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto.

Para tersangka saat ini tengah menjalani rangkaian sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.[]

Top