PT PG Rajawali II Gelar Operasi Pasar Guna Menstabilkan Harga Gula

PT PG Rajawali II Gelar Operasi Pasar Guna Menstabilkan Harga Gula
PT PG Rajawali II gelar operasi pasar untuk menstabilkan harga gula di wilayah kerjanya.

KATTA - PT PG Rajawali II melakukan operasi pasar di beberapa titik di wilayah kerja perusahaan meliputi Babakan, Sindanglaut, Cirebon, Palimanan, Jatitujuh, dan Subang.

Operasi pasar dilakukan karena adanya kelangkaan gula pasir akhir-akhir ini yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

Jikalau pun ada, harga gula sangat memberatkan masyarakat yaitu dikisaran 16.000 – 18.000 per kilogram. Itu pun gula dalam kemasan plastik biasa tanpa merk.

Operasi pasar gula ini akan dilakukan berkesinambungan sampai pabrik gula melaksanakan giling di kisaran medio Juni 2020 mendatang.

Menurut Direktur Utama PT PG Rajawali II, Sagita Hariadin, PT PG Rajawali II menggelontorkan 5 hingga 10 ton gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Gula yang dijual, kata dia dipatok dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kgnya. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan RI, Nomor 07 Tahun 2020.

Untuk pemerataan, lanjut dia memberlakukan ketentuan setiap orang yang membeli gula dibatasi maksimal hanya 2 kilogram.

Ia menjelaskan dengan pertimbangan situasi pandemi covid-19 ini, di mana dibeberapa titik lokasi merupakan lokasi dengan status zona merah maka dalam menentukan lokasi operasi pasar, berkoordinasi dengan Muspika dan didampingi oleh aparat Polsek setempat serta Koramil agar pelaksanaan operasi pasar ini dapat berjalan dengan tertib.

"Dalam pelaksanaan operasi pasar selama pandemi Covid-19 memperhatikan prosedur penanganan dan pencegahan Covid-19," ujarnya, dalam rilisnya.

Prosedur tersebut, kata dia antara lain pembeli diwajibkan memakai masker, cuci tangan yang disediakan di lokasi dan pengecekan suhu tubuh menggunakan ThermoGun.

"Operasi pasar ini diharapkan dapat menekan harga gula di pasaran sesuai harapan pemerintah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram," pungkasnya.[rls]

Top