PWKI: Didi Kempot Sosok Pemersatu Bangsa

PWKI: Didi Kempot Sosok Pemersatu Bangsa
Didi Kempot (baju hitam) didampingi Asni Ovier dan Heru Winarko/Dok. PWKI

KATTA - Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) sangat kehilangan sangat kehilangan atas wafatnya penyanyi campursari kenamaan Didi Prasetyo. Didi Kempot, demikian nama panggung Didi Prasetyo, meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pagi di rumah sakit Kasih Ibu Solo.

"Kami sangat kehilangan mas Didi Kempot. Rasanya baru kemarin kami bertemu, mengucapkan terimakasih dan sekaligus menari bersama di BNN. Kami bersyukur karena sempat memberikan penghargaan dengan cara sederhana. Sungguh kami kehilangan sosok pahlawan bangsa," kata pengurus PWKI Asni Ovier DP kepada.

Didi Kempot saat itu hadir di BNN untuk menerima tropi Terima Kasihku Kepadamu dalam ajang Buka Tahun Baru Bersama PWKI. Ovier yang juga Ketua Panitia Buka Tahun Baru Bersama PWKI tahun 2020 mengatakan pemberian penghargaan untuk Didi Kempot menjadi momentum yang tidak akan pernah terlupakan.

Pemberian penghargaan sebenarnya diselenggarakan di Gedung Dwi Warna, Lemhannas, Jakarta pada 17 Januari 2020. Karena Didi Kempot tidak dapat hadir dalam acara tersebut, atas permintaan panitia Kepala BNN Komjen Heru Winarko kemudian mewakili penyanyi campur sari tersebut untuk menerima tropi Terima Kasihku Kepadamu.

Penyerahan tropi secara langsung dilakukan sebulan kemudian yakni tanggal 14 Februari 2020 bertempat di Kantor Pusat BNN dan dihadiri oleh Didi Kempot yang ditemani seluruh pemain musik campursari. Selain menerima tropi, Didi Kempot juga dinobatkan menjadi Duta Relawan AntiNarkoba oleh Heru Winarko.

Hadir dalam penyerahan tropi itu Kepala BNN, Didik Heru beserta jajarannya dan Ketua PWKI, AM Putut Prabantoro dan puluhan wartawan.

Ovier mengatakan Didi Kempot adalah sosok pemersatu bangsa. Lagu-lagu yang dibawakannya mampu menyatukan seluruh elemen dan lapisan masyarakat tanpa melihat usia, suku, agama, ras, maupu golongan. Ketika Mas Didi, ungkap Ovier,  membawakan lagu-lagunya, semua orang berjoget, tertawa, dan menangis tanpa melihat latar belakang usia, suku, agama, golongan, atau ras.

"Ini yang menjadi alasan bagi PWKI untuk memberikan penghargaan 'Terima Kasihku Kepadamu' kepada Mas Didi Kempot saat acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020, Januari lalu. Selain mas Didi, penghargaan juga diberikan kepada sutradara film Joko Anwar, aktivis sosial yang juga Staf Khusus Presiden Gracia Billy Yosaphat Y Mambrasar, legislator termuda Hillary Brigita Lasut, dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi," ujar Ovier yang adalah  wartawan senior Suara Pembaruan.

Keputusan PWKI memberi penghargaan kepada Didi Kempot ditetapkan panitia pada tahun 2019. Lalu, perwakilan PWKI mengadakan kontak dengan penyanyi campur sari tersebut, yang sangat padat jadwalnya.  Kontak dengan mas Didik ditindaklanjuti dengan pertemuan dan terjadi sebelum acara pemberian penghargaan dilaksanakan.

"Dalam pertemuan di Hotel Crowne, Jakarta, PWKI disambut mas Didi dan rekan-rekannya dari Suriname dan Amsterdam. Ketika itu Mas Didi sedang bersiap-siap hendak mengisi acara di Polda Metro. Beliau hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Pembicaraan saat itu berlangsung dengan menggunakan bahasa Jawa, karena teman-temannya dari Suriname hanya bisa berbahasa Jawa dan Belanda serta sedikit bahasa Inggris," ujar Ovier.

Ovier mengungkapkan kesannya tentang Didi Kempot, yang ternyata adalah sosok yang ramah dan murah senyum. Selama pembicaraaan yang berlangsung di lobi Hotel Crowne Jakarta itu, Didi Kempot tidak menunjukkan bahwa dia adalah seorang bintang besar dengan puluhan juta penggemar.

"Saya sangat kagum dengan sosok Mas Didi. Dia tidak memperlihatkan bahwa dia adalah seorang superstar di Indonesia. Almarhum sangat ramah," ujar Ovier.[]

Top